Dirut KAI Keluhkan Banyak Gerbong Kereta Buatan INKA Retak

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampak sejumlah rangkaian gerbong kereta api (KA) ekonomi AC yang sudah dibuat PT Inka untuk angkutan lebaran tahun 2012 di pabrik setempat, Rabu (11/7). TEMPO/Ishomuddin

    Tampak sejumlah rangkaian gerbong kereta api (KA) ekonomi AC yang sudah dibuat PT Inka untuk angkutan lebaran tahun 2012 di pabrik setempat, Rabu (11/7). TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau Dirut KAI Didiek Hartyanto menyebutkan pihaknya tengah menghadapi masalah dengan PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA). Didiek menyebut sejumlah gerbong buatan PT INKA yang dipesan oleh perseroannya berada dalam kondisi retak.

    “Itu jumlahnya signifikan dan ini sedang kami selesaikan. Kami ditengahi BPKP (Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan,” tutur Didiek dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 8 Juli 2020.

    Menurut Didiek, PT KAI sudah melaporkan masalah tersebut kepada Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan. Perseroan pun meminta arahan terkait kelanjutan hubungan kerja sama antara KAI dan INKA.

    Adapun masalah ini lontarkan saat menanggapi usulan dari Komisi VI terkait efisiensi perusahaan. Dewan meminta KAI memperbarui pola manajemen, termasuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk mencegah adanya defisit arus kas.

    Menurut Didiek, perusahaan kereta milik negara itu sebelumnya sudah menggandeng INKA dalam pengadaan sarana. Bahkan, dia mengklaim hampir 90 persen gerbong milik KAI merupakan produk buatan INKA.

    Imbas kejadian ini, Didiek mengatakan perusahaan ke depan akan membuka sistem lelang untuk pengadaan sarana yang dibutuhkan. “Apabila ada komponen TKDN, ada relaksasi harga pak. Jadi kalau ada TKDN di atas 25 persen, harga domestik bisa lebih mahal 25 persen dibandingkan dengan harga asing, kami sepakat,” tuturnya.

    Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro membenarkan terjadi keretakan di gerbong produksi INKA yang dioperasikan KAI. “Betul, ini pengadaan gerbong untuk angkut peti kemas yang diisi semen dan atau batubara produksi 2013,” katanya kepada Tempo, Rabu, 8 Juli 2020.

    Budi menjelaskan, proses penyelesaian persoalan ini melibatkan BPKP untuk memenuhi prinsip good corporate governance (GCG). “INKA dan KAI minta bantuan BPKP untuk memberikan saran dan pendapat terhadap proses dan prosedurnya,” tutur dia. Saat ini, Budi memastikan perusahaan sudah melakukan perbaikan terhadap gerbong-gerbong kereta yang rusak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Inpres Jokowi Mencampur Militer dengan Sipil dalam Penerapan Protokol Kesehatan

    Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu penerapan protokol kesehatan menghadapi Covid-19.