Topping Off 28 Menara dalam 8 Bulan, Meikarta Pecahkan Rekor MURI

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial pembangunan gedung-gedung apartemen di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa, 16 Oktober 2018. KPK telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Foto aerial pembangunan gedung-gedung apartemen di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa, 16 Oktober 2018. KPK telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Mega proyek Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, menyabet penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). Sebab, mereka bisa melakukan topping off hingga 28 menara atau tower selama kurun waktu kurang dari delapan bulan saja, Agustus 2019 sampai Maret 2020.

    "Kami berterima kasih kepada tim proyek yang sudah bekerja keras mewujudkan rekor ini," kata Chief Marketing Officer Meikarta Lilies Surjono dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2020.

    Menurut Lilies, rekor ini merupakan wujud komitmen mereka untuk membangun kota yang indah dengan gedung-gedung apartemen yang megah dan berkualitas. Meikarta, kata dia, ingin mewujudkan apa yang sudah kami janjikan kepada para konsumen pembeli apartemen Meikarta.

    Lilies pun berterima kasih kepada sejumlah pemasok. Mereka di antaranya ada;aj OTIS dan Thyssenkrup sebagai supplier dan operasional lift ternama, Yoshino Gypsum, Dong Seo Door dan supplier lainnya yang turut mendukung dalam progres pembangunan Meikarta.

    Lebih lanjut, Lilies mengatakan bahwa capaian ini sebenarnya sudah didaftarkan ke MURI pada Maret 2020. "Namun karena terpotong oleh Covid-19, tidak boleh ada seremonial. Jadi baru sekarang setelah new normal kami bisa seremonial," kata dia.

    Saat ini, Lilies mengatakan bahwa di dalam 28 tower tersebut sudah ada penghuni yang tinggal, yaitu di blok 53022. Serah terima kunci sudah dilakukan pada 31 Maret 2020. Lalu Tower 52022 dan 51022 sedang on going proses untuk handover. "Dengan demikian target tower hand over di District 1 diharapkan semua rampung 2020 ini," ujarnya.

    Sehingga saat ini, pembangunan difokuskan pada District 2. Beberapa tower saat ini sudah naik hingga 15 lantai dan akan terus dikebut pembangunannya. Target handover yaitu mulai 2021.

    Sebelumnya, proyek ini sempat terhenti sementara karena terlilit kasus hukum. Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin ikut dalam pusaran kasus yang telah divonis 6 tahun penjara karena terbukti menerima suap sebesar Rp 10,6 miliar dan Sin$ 90 ribu terkait proyek perizinan Meikarta.

    Meski demikian, PT Lippo Karawaci Tbk telah jauh hari memastikan pembangunan tetap akan berjalan. CEO Lippo Karawaci, John Riady mengatakan tengah menyelesaikan pembangunan Meikarta Fase I-A ini terdiri  56 menara yang mencakup 22.500 unit apartemen.

    "Penyelesaian Meikarta merupakan komitmen kami. Dan dengan penerbitan right issuekami memberikan kepastian seluruh unit Meikarta akan terbangun. Akan kami selesaikan 56 tower dengan total 22.500 unit," kata John Riady saat Halal Bihalal di Jakarta Pusat, 20 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.