Ditutup Menguat 1,79 Persen, IHSG Tembus 5.000

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore, 8 Juli 2020, ditutup menguat seiring naiknya cadangan devisa.

    IHSG ditutup menguat 89,09 poin atau 1,79 persen ke posisi 5.076,17. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 20,69 poin atau 2,67 persen menjadi 796,59.

    "Pasar sangat mengapresiasi terjadinya kenaikan cadangan devisa RI per Juni menjadi 131,7 miliar dolar AS dari 130,5 miliar dolar AS sebelumnya. Di sisi lain, pasar juga mengapresiasi peran pemerintah dalam rangka memberikan stimulus penyaluran kredit sebesar Rp30 triliun yang masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk mendorong sektor riil," kata analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama di Jakarta, Rabu.

    Dibuka menguat, IHSG nyaman berada di teritori positif hingga penutupan perdagangan saham.

    Secara sektoral, sembilan sektor meningkat di mana sektor keuangan naik paling tinggi yaitu 3,59 persen, diikuti sektor industri dasar dan sektor manufaktur masing-masing 1,71 persen dan 1,21 persen. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor pertambangan yaitu minus 0,11 persen.

    Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau "net foreign buy" sebesar Rp 78,31 miliar.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 694.557 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,84 miliar lembar saham senilai Rp 9,27 triliun. Sebanyak 221 saham naik, 174 saham menurun, dan 174 saham tidak bergerak nilainya.

    Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 176,04 poin atau 0,78 persen ke 22.438,65, indeks Hang Seng naik 153,52 poin atau 0,59 persen menjadi 26.129,18, dan indeks Straits Times menguat 8,07 poin atau 0,3 persen ke 2.669,49.

    ANTARA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?