Angela Tanoesoedibjo: Panduan Protokol Kesehatan Wisata Disiapkan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo mewakili Indonesia dalam pertemuan para menteri pariwisata negara-negara ASEAN bertama 'Special Meeting of the ASEAN Tourism Ministers (M-ATM) on Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)' pada Rabu malam, 29 April 2020. Foto: Antaranews | Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo mewakili Indonesia dalam pertemuan para menteri pariwisata negara-negara ASEAN bertama 'Special Meeting of the ASEAN Tourism Ministers (M-ATM) on Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)' pada Rabu malam, 29 April 2020. Foto: Antaranews | Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    TEMPO.CO, Jakarta -  Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo mengatakan, pihaknya sedang membuat panduan teknis protokol kesehatan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal itu sebagai turunan dari Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

    "Saat ini Kemenparekraf tengah berproses untuk menyiapkan sejumlah panduin teknis dalam bentuk handbook," kata dia saat webinar, Rabu 8 Juli 2020.

    Adapun Keputusan Menteri Kesehatan menjadi pedoman bagi kementerian/lembaga, pemerintah daerah, asosiasi, pelaku usaha juga masyarakat, sehingga mutlak diikuti seluruh pemangku kepentingan, baik wisatawan, pelaku usaha, maupun pekerjanya.

    Dalam menyiapkan panduan teknis, Angela mengatakan, pihaknya memperhatikan empat aspek indikator yaitu,  kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

    Angela mengungkapkan, pihaknya juga menggandeng asosiasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam pembuatan panduan teknis protokol kesehatan tersebut. Sehingga substansi protokol yang termaktub dalam panduan mampu  menjawab kebutuhan para pelaku usaha dalam melakukan persiapan dalam menjalankan usahanya kembali.

    Adapun panduan teknis protokol kesehatan yang dibuat oleh Kemenparekraf ditujukan untuk beberapa sektor seperti hotel, restoran dan rumah makan, daya tarik wisata, homestay, spa, usaha perjalan wisata, kemudian kegiatan wisata minat khusus, miles and event, serta ekonomi kreatif.

    "Tentunya akan diperlukan kedisiplinan dari para pelaku usaha untuk menjalan petunjuk  yang tercantum dalam protokol dan handbook," tuturnya.

    Dengan adanya panduan protokol kesehatan menjalankan bisnis pariwisata saat new normal, Angela berharap sektor yang dinaunginya tak menjadi kluster baru dalam penyebaran virus corona atau Covid-19.

    Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, R. Kurleni Ukar
    mengatakan penerapan protokol kesehatan oleh pelaku pariwisata bagi pekerja dan wisatawan di destinasi wisata memegang peranan penting dalam upaya mengembalikan kepercayaan publik untuk berkunjung.

    “Kita harus menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia bisa bersih, sehat, dan aman. Jika kita mengharapkan wisatawan kembali berkunjung ke Indonesia sesuai dengan tren wisatawan saat ini yang memilih tempat yang bersih dan aman dari Covid-19," kata dia pada kesempatan yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.