Riuh Kalung Antivirus, Kementan Klaim Tak Jual Inovasi Eucalyptus

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kalung kesehatan andari tanaman eucalyptus. (Dok. Kementan)

    Kalung kesehatan andari tanaman eucalyptus. (Dok. Kementan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian Fadjry Djufry mengatakan kementerian tidak menjual inovasi berbasis Eucalyptus. Menurut dia, mitra industri Kementan lah yang memproduksi dan menjual inovasi berbasis Eucalyptus itu.

    “Kami tegaskan kembali, sebagai lembaga pemerintah tidak diperkenankan untuk melakukan aktivitas penjualan. Kami berinovasi sebagai kontribusi bagi negara di tengah pandemi. Latar belakangnya jelas, dengan memanfaatkan sumber daya alam Indonesia yang luar biasa melimpah,” ujar Fadjry dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 Juli 2020.

    Dia mengatakan, supaya masyarakat dapat membeli produk berbasis Eucalyptus dengan harga terjangkau, Kementan telah melakukan kerja sama dengan mitra industri untuk dapat memproduksi inovasi secara massal. Keterlibatan industri, kata dia, diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan produk agar sampai di tangan masyarakat, mengingat Balitbangtan tidak boleh berbisnis sebagai lembaga riset.

    Prototype produk Eucalyptus ini adalah hasil riset kolaborasi pusat penelitian di bawah Litbangtan. Begitu juga lisensinya sudah dengan salah satu mitra industri. Soal harga mereka sendiri yang tentukan. Cost produksi kan sudah urusan mereka," kata Fadjry.

    Perihal penyebutan nilai produk yang dilansir media, menurutnya itu hanya preferensi harga yang diharapkan Kementan. "Kami ingin harganya nanti terjangkau. Tidak memberatkan masyarakat, sehingga manfaatnya dirasakan berbagai kalangan masyarakat," ujar dia.

    Di samping itu, ia berharap kolaborasi yang dilakukan Kementan dengan mitra industri dapat mendorong kesejahteraan petani yang memproduksi bahan dasar produk inovasi berbasis Eucalyptus tersebut.

    Menurut Fadjry, riset Eucalyptus akan segera dilanjutkan dengan uji klinis bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan universitas. Dengan kerja sama tersebut, Kementan ingin memperkuat kolaborasi antar lembaga, agar nantinya hasil penelitian ini makin sempurna dan makin bermanfaat.

    “Jadi posisi kami sangat jelas, jangan ada yang salah persepsi, atau berpolemik lagi terkait ini. Posisi kami Badan Litbang Pertanian di bawah Kementerian Pertanian adalah melakukan penelitian, serta uji laboratorium terhadap inovasi berbasis Eucalyptus ini," ujar dia.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.