Per Mei 2020, Utang Klaim Jiwasraya Membengkak Jadi Rp 18 T

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya di kawasan Harmoni, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya di kawasan Harmoni, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo membeberkan, total utang klaim PT Asuransi Jiwasraya (Persero) per 31 Mei 2020 telah membengkak menjadi Rp 18 triliun. Sebelumnya, pada Februari 2020, total utang klaim Jiwasraya hanya Rp 16 triliun.

    "Kami ingin tekankan, asuransi ini mempunyai janji masa depan yang terus berjalan. Jadi kalau permasalahan ini terus kepanjangan, jumlah tanggungannya terus meningkat," tutur Kartika dalam rapat bersama Panja Komisi VI DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2020.

    Kartika merincikan, utang klaim itu terdiri atas tunggakan pembayaran kepada 17.452 peserta pemegang polis JS Saving Plan, 22.735 peserta pemegang polis tradisional korporasi, dan 12.410 peserta pemegang polis tradisional. Adapun utang klaim kepada JS Saving Plan tercatat senilai Rp 16,5 triliun.

    Sedangkan utang klaim untuk polis tradisional mencapai Rp 0,6 triliun. Sisanya, pemegang polis retail, senilai Rp 0,2 triliun untuk klaim ekspirasi atau peserta yang sudah meninggal dan Rp 0,7 triliun untuk klaim tebus.

    Total liabilitas Jiwasraya saat ini lebih besar dari aset yang dimiliki. Berdasarkan catatan Kementerian BUMN, aset perseroan pelat merah itu hanya Rp 17 triliun. Sedangkan total ekuitas perusahaan saat ini mengalami minus hingga Rp 35,9 triliun.

    "Sehingga perusahaan ini kondisi asetnya hanya sepertiga dari liabilitas," ucapnya.

    Sebagai langkah penyelesaian masalah, Kartika mengusulkan opsi restrukturisasi polis. Kartika menyebut, pihaknya bakal menawarkan opsi pemegang polis Jiwasraya untuk memindahkan polisnya ke perusahaan Nusantara Life. Nusantara Life merupakan perusahaan asuransi bentukan pemerintah yang telah disebut-sebut bakal membantu penyelesaian masalah keuangan Jiwasraya melalui holding asuransi.


    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.