Izinkan Kalung Eucalyptus Dikembangkan, DPR: Asal Tak Pakai APBN

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengenakan kalung bertuliskan anti virus corona saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 7 Juli 2020. Rapat itu membahas program strategis kementrian dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi dampak COVID-19. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengenakan kalung bertuliskan anti virus corona saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 7 Juli 2020. Rapat itu membahas program strategis kementrian dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi dampak COVID-19. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.C,O, Jakarta - Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP, Sudin memberikan lampu hijau kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengembangkan produksi Kalung Eucalyptus. Produk ini diklaim mempunyai potensi dapat membunuh virus corona atau Covid-19.

    Walaupun telah mengizinkan, Sudin memberikan catatan dalam pengembangan atau produksi produk tersebut Kementan tak boleh sama sekali gunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Selama tak memakai uang APBN, silakan," kata dia saat rapat kerja bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Selasa, 7 Juli 2020

    Sudin pun juga mengizinkan kepada Kementan untuk menggandeng swasta dalam mengembangkan Kalung Eucalyptus tersebut. 

    Lebih jauh, Sudin menuturkan, jika Mentan berani menggunakan APBN dalam pengembangan dan produksi produk itu, maka akan ada muncul konsekuensi bila gagal. "Setelah gagal, yang kena pasti Pak Menteri dan saya," ujarnya.

    Dalam menjalankan proyek Kalung Eucalyptus, Sudin meminta kepada Badan Litbang Pertanian agar tetap fokus dalam tugas pokoknya, yaitu menciptakan bibit tanaman unggul serta inovasi dalam pertanian.  

    Lagi pula, menurut Sudin, pengembangan eucalyptus sebagai obat atau antivirus Covid-19 tak bisa instan. "Buat pakai obat Corona, tak semudah itu," tuturnya.

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi lampu hijau yang diberikan oleh Komisi VI DPR. Sebab, dengan begitu, Kementerian Pertanian bisa lebih leluasa melanjutkan proyek pengembangan Kalung Ecalyptus.

    Syahrul menyebutkan, Indonesia sebetulnya mempunyai kemampuan serta bahan baku yang melimpah di Indonesia untuk menciptakan berbagai obat. "Saya punya 300 lebih punya profesor dan ahli virus saya ada kemudian ada juga laboratorium yang paling hebat," ucapnya.

    Ia pun mengapresiasi izin dari Ketua Komisi VI dan akan melanjutkan proyek ini karena nantinya akan memberikan dampak positif dalam penekanan potensi penyebaran Covid-19.

    Selain Kalung Eucalyptus, Kementerian Pertanian pun sudah mempunyai produk yang akan diproduksi ada berbagai macam bentuk seperti inhaler, roll on, balsem, dan diffuser. Dalam proses produksinya, Kementan pun menggandeng PT Eagle Indopharma guna pengembangan serta produksi massalnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.