IHSG Ditutup Melemah Tipis, Saham Telkom Diborong Asing

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri lajunya di zona merah pada perdagangan hari ini, Selasa, 7 Juli 2020.

    IHSG terpantau melemah tipis 1,78 poin atau 0,04 persen di akhir perdagangan dan parkir di level 4.987,08, setelah sepanjang perdagangan bergerak naik turun di rentang 4.982,33—5.011,71.

    Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 138 saham menguat, 286 melemah, dan 149 tak beranjak dari posisinya semula.

    Adapun secara sektoral, sektor industri dan barang konsumsi memimpin pelemahan indeks hari ini dengan sama-sama terkoreksi 0,41 persen. Diikuti oleh sektor industri dasar yang turun 0,38 persen dan sektor manufaktur yang melemah 0,34 persen.

    Meskipun demikian, pada perdagangan hari ini asing mencatatkan aksi beli bersih atau net foreign buy dengan total nilai Rp 377,39 miliar di seluruh pasar.

    Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. atau Telkom alias TLKM menjadi yang paling banyak dibeli asing dengan net foreign buy Rp 147,2 miliar.

    Mengekor TLKM, dua saham perbankan jumbo yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga diborong asing dengan nilai masing-masing Rp 115,9 miliar dan Rp 29,3 miliar.

    Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan naiknya cadangan devisa RI per Juni menjadi US$ 131,7 miliar dari US$ 130.5 miliar ternyata belum bisa mampu menopang IHSG ke zona positif.

    Selain itu, minimnya katalis positif dari global membuat IHSG kesulitan untuk mempertahankan posisinya di zona hijau pada perdagangan hari ini. 

    “Data makroekonomi global pada hari ini tidak ada yang memberikan high positive market impact. Terus ada fenomena Covid-19 second wave,” ujar Nafan kepada Bisnis, Selasa.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.