PSBB Transisi, Frekuensi Penerbangan Garuda Hanya Naik 16 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu protokol kesehatan yang dijalankan maskapai Garuda Indonesia adalah menjaga jarak fisik (physical distancing) dengan menjauhkan jarak kursi antar-penumpang. Instagram

    Salah satu protokol kesehatan yang dijalankan maskapai Garuda Indonesia adalah menjaga jarak fisik (physical distancing) dengan menjauhkan jarak kursi antar-penumpang. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengakui frekuensi penerbangan maskapainya naik setelah pemerintah menetapkan masa PSBB transisi. Namun, kata dia, kenaikan tersebut tidak terlampau signifikan lantaran hanya berkisar 16 persen.

    "Sedangkan jumlah penumpangnya masih di angka 50 persen dari kapasitas 75 persen," tutur Irfan saat ditemui di Kompleks DPR, Senayan, Selasa, 7 Juli 2020.

    Irfan menjelaskan minimnya penumpang dipengaruhi oleh beberapa kebijakan dari pemerintah daerah yang masih menerapkan aturan perjalanan khusus, seperti adanya kewajiban tes swab atau PCR. Di samping itu, jumlah penumpang dengan rute-rute pendek seperti lintas Jawa pun berkurang drastis.

    Kondisi ini, tutur Irfan, dipengaruhi oleh adanya pergeseran minat masyarakat terhadap transportasi udara selama pandemi. Untuk rute dalam Pulau Jawa, ia menyebut masyarakat lebih memilih mengendarai kendaraan pribadi.

    "Ini menjadi tantangan buat kami," ucapnya.

    Dengan demikian, selama PSBB transisi, rute-rute populer yang justru diminati penumpang maskapai pelat merah adalah tujuan ke luar Pulau Jawa seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. Sebagai salah satu cara untuk menaikkan frekuensi penumpang, perusahaan juga telah memikirkan cara membuka peluang penerbangan langsung atau direct flight dari negara-negara besar ke Indonesia.

    Selain mendongkrak penumpang, upaya tersebut dilakukan untuk menarik penerimaan devisa dari kunjungan wisatawan asing atau wisman. "Ada diskusi Garuda diminta terbang langsung ke kota-kota seperti Paris, lalu negara seperti Amerika, Eropa, hingga India. Jadi based on data, mana yang schedule-nya banyak," tutur Irfan.

    Irfan menjelaskan, perusahaan telah menjalin komunikasi dengan Menteri Pariwisata dan Menteri Perhubungan. Sebab, kebijakan ini sejalan dengan langkah pemerintah untuk meningkatkan penerimaan dari sisi kualitas wisatawan asing.

    Menurut Irfan, bila penerbangan dilakukan secara transit, pengeluaran pelancong akan berkurang di negara persinggahan. Dia mencontohkan wisatawan Paris yang akan ke Bali, tapi mesti transit di Bangkok.


    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.