KAI Usul Kenaikan Kapasitas KRL, Ini Respons Kemenhub

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean penumpang saat menunggu kedatangan KRL Commuterline di Stasiun Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin, 22 Juni 2020. Antrean itu sendiri terjadi akibat aturan jaga jarak sebagai protokol pencegahan virus corona atau Covid-19 yang diterapkan PT KCI. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Antrean penumpang saat menunggu kedatangan KRL Commuterline di Stasiun Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin, 22 Juni 2020. Antrean itu sendiri terjadi akibat aturan jaga jarak sebagai protokol pencegahan virus corona atau Covid-19 yang diterapkan PT KCI. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai usulan untuk menaikkan kapasitas angkut penumpang KRL menjadi 60 persen, bukan langkah yang tepat. 

    Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menjelaskan KRL saat ini telah melaksanakan tugas melayani masyarakat yang beraktivitas setiap hari khususnya dengan mulai masuk ke periode transisi dan adaptasi kebiasaan baru.

    “Yang menurut kami perlu diatur dan diawasi adalah pembagian jam kerja [shift] sebagai upaya mengurangi penumpukan penumpang KRL. Gugus Tugas sudah mengeluarkan SE No. 8 tentang Pengaturan Jam Kerja Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 Wilayah Jabodetabek,” kata dia, Senin 6 Juli 2020.

    Namun, lanjut Adita, penerapan kebijakan dari surat edaran tersebut belum maksimal sehingga belum mengurai jam aktivitas masyarakat. Akibatnya penumpang KRL masih menumpuk pada jam tertentu.

    Sementara itu, hingga Senin 6 Juli 2020, jumlah orang yang positif Covid-19 terus bertambah. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan berdasarkan data pemerintah hingga Senin pukul 12.00 WIB terdapat 1.209 kasus baru selama 24 jam terakhir.

    Penambahan pasien itu menyebabkan hingga kini ada 64.958 kasus Covid-19 di Indonesia secara akumulatif, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

    Jumlah 1.209 kasus baru ini didapatkan dari pemeriksaan 12.756 spesimen dari 11.909 orang yang diperiksa dalam sehari. Satu orang bisa diambil spesimennya lebih dari sekali.

    Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, berharap ada relaksasi kapasitas maksimal KRL untuk bisa ditingkatkan menjadi 60 persen untuk mengurangi kepadatan antrean penumpang di stasiun.

    Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan relaksasi terkait batas kapasitas angkut KRL sesuai dengan SE DJKA No. 14/2020, diusulkan agar kapasitas penumpang dapat ditingkatkan dari 45 persen menjadi 60 persen pada tahap selanjutnya setelah evaluasi dari berbagai pihak.

    Sejak ditetapkan kapasitas angkut maksimal 45 persen atau 74 pelanggan per kereta pada 8 Juni, PT Kereta Commuter Indonesia telah dengan baik mengantisipasi kepadatan di stasiun dan kereta dengan berbagai pengaturan protokol kesehatan yang ketat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.