Hingga Juni 2020, BRI Salurkan KUR Rp 56 T untuk 2 Juta Nasabah

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Bank BRI Sunarso.

    Direktur Utama Bank BRI Sunarso.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 2 juta lebih nasabahnya sepanjang Januari hingga Juni tahun ini. Adapun total nilai yang sudah disalurkan telah mencapai Rp 56 triliun.

    Direktur Bisnis Mikro Bank BRI, Supari, mengatakan upaya tersebut untuk mendukung pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar tetap bisa bertahan di tengah pandemi covid. "Artinya sudah hampir 50 persen sudah tersalurkan," kata dia di Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta Selatan, Senin 6 Juli 2020.

    Dia pun berandai misalkan Indonesia tak terserang dengan pandemi Covid-19, BRI sudah berhasil menyalurkan seluruh dana alokasi untuk KUR pada bulan delapan tahun 2020.

    Supari pun menargetkan seluruh alokasi dana untuk penyaluran KUR akan terealisasi pada Oktober nanti. "Maka BRI optimis untuk menyalurkan seluruh alokasi KUR di tahun 2020 sebesar Rp 120 triliun," ucapnya.

    Dengan persentase penyaluran KUR yang tinggi, Supari berharap bahwa perekonomian Indonesia kembali bangkit serta menggeliat dengan cepat.

    Dirinya pun mengaku, sudah berkomunikasi dengan pihak Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian guna kemungkinan untuk penambahan dana alokasi KUR jika kuota tersebut habis sebelum akhir tahun. "Kami menyiapkan dua bulan diakhir tahun memberikan tambahan alokasi," ucapnya.

    Adapun BRI juga memberikan tambahan subsidi bunga bagi nasabah KUR. Hal itu merupakan implementasi kebijakan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) No 08 Tahun 2020 dalam rangka menyelamatkan pelaku UMKM yang terdampak Covid-19.

    Secara teknis, tambahan subsidi bunga yang dibayarkan pemerintah akan dimasukan ke rekening pinjaman debitur dan tidak dapat diambil secara tunai untuk cadangan beban pembayaran bunga atau meringankan pembayaran bunga bulan berikutnya.

    Dengan besaran stimulus sebesar 6 persen dan selama 3 bulan berikutnya sebesar 3 persen efektif/tahun paling lama sampai dengan 31 Desember 2020. 

    Sebelumnya pada pekan lalu, BRI bersama bank Himbara lain telah mendapatkan penempatan dana dengan total Rp 30 Triliun dari pemerintah untuk tambahan penguatan likuiditas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.