Empat Bank Ajukan Klaim Dana Talangan PEN Sektor UMKM

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkop UKM Teten Masduki berdialog dengan para pedagang Pasar Cempaka Putih, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2020. Melalui Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB) Kemenkop UKM, para pedagang mendapatkan keringanan pembayaran cicilan pinjaman selama setahun dan dibebaskan dari bunga. Tempo/Tony Hartawan

    Menkop UKM Teten Masduki berdialog dengan para pedagang Pasar Cempaka Putih, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2020. Melalui Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB) Kemenkop UKM, para pedagang mendapatkan keringanan pembayaran cicilan pinjaman selama setahun dan dibebaskan dari bunga. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan mengatakan, hingga saat ini ada empat bank yang mengajukan klaim dana talangan dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk pembiayaan sektor UMKM

    Rully mengatakan keempat bank tersebut adalah BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BPD Kaltimtara. "Sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) kami terus mendorong agar bank-bank penyalur KUR agar segera melakukan klaim program PEN,” kata Rully, Senin 6 Juli 2020.

    Jika tidak ada klaim yang diajukan, ia mengatakan, maka akan terjadi potensi keterlambatan pembayaran pemerintah atas biaya-biaya yang dikeluarkan bank penyalur.

    "Sementara Presiden Joko Widodo secara tegas meminta agar kementerian dan lembaga mempercepat realisasi dan pencairan dana PEN khusus KUMKM yang dipatok sebesar Rp123,46 triliun,” kata Rully.

    Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan, selama pandemi COVID-19 pihaknya melakukan tiga langkah strategis. Yaitu, langkah penyelamatan pelaku UMKM, implementasi program PEN, dan tetap menyalurkan kredit UMKM selama pandemi COVID-19.

    "Selama lima bulan pandemi ini, BRI sudah menyalurkan KUR sebesar Rp56 triliun, dari target sebesar Rp120 triliun. Kami optimistis, KUR akan tersalurkan seluruhnya hingga akhir tahun,” ucap Supari.

    Bagi Supari, ketika aktivitas ekonomi masyarakat sudah kembali menggeliat, UMKM harus ditopang dengan permodalan baru.

    "Kami akan mengimplementasikan seluruh kebijakan PEN. Salah satunya, subsidi bunga untuk memperpanjang napas usaha UMKM,” kata Supari.

    Begitu juga dengan skema penjaminan yang nantinya diperuntukkan untuk akselerasi pemulihan usaha milik UMKM.

    Supari meyakini, langkah BRI ke depan akan lebih cepat lagi dalam proses akselerasi implementasi kebijakan PEN.

    “Selama Mei-Juni 2020 kami sudah membantu pembiayaan sebanyak 2,7 juta UMKM dengan nilai kredit sebesar Rp110 triliun,” kata Supari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.