Ditutup Menguat 0,3 Persen, IHSG Tetap Belum Tembus Level 5.000

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 0,3 persen atau 15,07 poin ke level 4.988,87 pada akhir perdagangan hari ini, Senin 6 Juli 2020. Sebelumnya, selama perdagangan sesi I dan II sepanjang hari ini, IHSG bergerak di rentang 4.793,49 - 5.009,34.

    Dari Bursa Efek Indonesia (BEI), terpantau 226 saham menguat, 185 saham melemah, dan 158 saham lainnya stagnan. 

    Sementara itu, mayoritas bursa Asia menutup perdagangan di zona hijau seiring dengan harapan investor terhadap dukungan kebijakan ekonomi untuk melawan lonjakan kasus positif pandemi virus corona.

    Dilansir dari Bloomberg, indeks Shanghai Composite mencatatkan kenaikan indeks saham terbesar di Asia hari ini dengan melonjak 5,8 persen ke 3.335,66. Bursa Hang Seng Hong Kong menyusul di belakang pasar Cina dengan kenaikan 3,79 persen di level 26.333,74. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan juga melanjutkan tren positif sejak pagi tadi dengan naik sebesar 1,65 persen ke 2.187,93. Bursa Topix Jepang turut menutup perdagangan secara positif, mencatatkan kenaikan 1,6 persen ke 1.577,15.

    Sentimen yang mempengaruhi perdagangan saham hari ini adalah pemulihan ekonomi yang terancam karena kenaikan jumlah kasus positif pandemi virus corona. World Health Organization (WHO) melaporkan jumlah kasus positif tertinggi dalam sehari terjadi pada pekan lalu seiring dengan angka infeksi pandemi ini mencapai 11,3 juta secara global.

    Goldman Sachs Group memperkirakan kontraksi perekonomian Amerika Serikat akan semakin melebar pada tahun ini. Mereka juga menyatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal ini tidak akan sekuat ekspektasi awal. Adapun pasar modal dunia saat ini telah naik 40 persen dari titik terendahnya pada Maret lalu.

    Head of Investment Strategy di AMP Capital Investors Ltd., Shane Oliver menyatakan, pemulihan ekonomi dunia akan berjalan lebih lambat dibandingkan proyeksi sebelumnya yang menyatakan rebound ekonomi akan membentuk pola deep V. Selain itu, kekhawatiran akan munculnya gelombang kedua lonjakan kasus positif virus corona juga akan berdampak pada keyakinan konsumen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.