Ikappi: 833 Pedagang Pasar Positif Covid-19, 35 Meninggal Dunia

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis bersiap melaksanakan tes swab di Pasar Tasik, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2020. Di sejumlah pasar tradisional di Jakarta sempat ditemukan pedagang yang reaktif dan positif virus corona. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Petugas medis bersiap melaksanakan tes swab di Pasar Tasik, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2020. Di sejumlah pasar tradisional di Jakarta sempat ditemukan pedagang yang reaktif dan positif virus corona. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) merilis data kasus positif Covid-19 di pasar tradisional pada Ahad 5 Juli 2020. Tercatat ada penambahan baru sebanyak 65 kasus positif, serta 3 pedagang dilaporkan meninggal dunia akibat virus corona atau Covid-19.

    "Dengan begitu kasus positif pedagang pasar tradisional telah mencapai 833 dan 35 pedagang meninggal dunia," kata Ketua Bidang Organisasi DPP IKAPPI Muhammad Ainun Najib melalui keterangan tertulisnya, Ahad 5 Juli 2020. 

    Adapun kasus positif tersebut tersebar pada 164 pasar di 24 provinsi serta 72 kabupaten/kota di indonesia. Dengan jumlah kasus terbanyak masih di wilayah DKI Jakarta, yaitu 217 kasus positif di 37 pasar.

    DPP IKAPPI menilai, banyak hal yang perlu dievalusi bersama. Bukan hanya pemerintah daerah, para pedagang pasar juga perlu mengevaluasi apa yang sudah  dilakukan beberapa saat terakhir.  "Namun memang peran pemerintah daerah atau pengelola pasar menjadi sangat penting untuk saat ini," kata Najib.

    Berpihak atau tidak terhadap pasar tradisional, kata Najib, melakukan pencegahan terhadap Covid-19 itu menjadi kunci sesungguhnya sehingga penyebaran itu bisa di hentikan. IKAPPI melihat dari data 164 pasar dari total keseluruhan 14 ribu pasar di Indonesia, kata dia, itu sangat kecil.

    Najib mengungkapkan, sudah lebih dari 500 pasar yang telah melakukan rapid test maupun swab test massal. Tetapi paling tidak, menurutnya, lebih maksimal lagi jika  rapid test dan swab test dipadukan dengan upaya memangkas mata rantai penyebaran, serta  lebih meningkatkan kedisiplinan pedagang dan pengunjung.

    "Upaya-upaya seperti ini yang harus kita dorong bersama, agar ada kesamaan pandangan dan visi bahwa kita harus menghentikan penyebaran Covid-19 di pasar tradisional," ucapnya.

    Kemudian yang kedua yang paling penting, kata Najib adalah melakukan sosialisasi pentingnya penggunaan masker dan juga edukasi bahaya Covid-19. Ia meminta, pedagang harus dilibatkan dalam penentuan segala kebijakan yang diambil. "Untuk terciptanya kesadaran diri dari pedagang yang dimulai dari keterlibatannya terhadap program yang dijalankan oleh pemerintah daerah," ucapnya.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.