Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Kupang, Dua Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal tenggelam. Alexander Koerner/Getty Images

    Ilustrasi kapal tenggelam. Alexander Koerner/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta – Kapal nelayan Kasih 025 tenggelam di Perairan Kupang pada Ahad, 5 Juli 2020. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengkonfirmasi bahwa kapal tersebut mengangkut 28 orang penumpang.

    Dalam peristiwa nahas itu, dua orang dinyatakan tewas, 20 orang selamat, dan enam lainnya masih dalam pencarian. Kepala Kantor KSOP Kelas III Kupang Aprianus Hangki menyatakan pihaknya bersama Tim SAR dan instansi terkait terus menelusuri keberadaan korban di perairan hingga Senin pagi, 6 Juli 2020.

    “KSPO mengerahkan satu kapal patroli KPLP KNP 340,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Senin pagi.

    Berdasarkan laporan yang diterima Kantor KSOP Kelas III Kupang, kapal nelayan Kasih 025 berangkat dari Tablolong menuju Rote pada Minggu pagi, 5 Juli. Kapal berukuran GT 13 yang memiliki panjang 15,55 meter dan lebar 3,1 meter ini tidak berangkat dari pelabuhan, melainkan dari Syahbandar di Pelabuhan Perikanan di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan NTT.

    Dalam perjalanan, kapal nahas itu diduga dihantam ombak setinggi 2-4 meter. Tak lama setelah kejadian itu, Kapal Cepat Express Bahari tujuan Rote-Kupang yang sedang melintas kepada Stasiun Radio Pantai bahwa terdapat kapal tenggelam. Awal kapal cepat meminta segera dikirimkan bantuan evakuasi dan pencarian.

    "Kapal cepat Express Bahari melihat ada dua orang yang mengapung di atas air lalu menolong orang tersebut dan dibawa ke Pelabuhan Tenau Kupang," tutur Aprianus.

    Setibanya di Pelabuhan Tenau, tim KSOP Kupang, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) langsung membawa korban selamat untuk diperiksa dan selanjutnya dibawa ke Rumah sakit Bhayangkara.

    Sementara itu, pada waktu yang sama, kapal patroli KNP 340 milik Kantor KSOP Kelas III Kupang serta kapal Basarnas Antareja segera menuju ke lokasi kejadian untuk mencari korban lainnya. Hangki menjelaskan, kapal timnya melakukan penyisiran hingga kawasan Tablolong dan daerah Pulau Kambing. Sedangkan kapal Basarnas Antareza menyisir Perairan Pukuafu.

    “Pada Minggu sore sekitar pukul 16.11 WITA, kapal Basarnas menemukan dua orang korban meninggal," tutur Hangki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.