Sepatu Kulit Ceker Ayam Hirka Semakin Dikenal, Ini Rahasianya

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nurman Farierka (kanan), pengusaha sepatu kulit ceker ayam asal Kota Bandung, Jawa Barat. Perusahaan Hirka yang didirikannya sejak 2015 memproduksi dua jenis sepatu, Jokka dan Tafiaro. Foto: Istimewa

    Nurman Farierka (kanan), pengusaha sepatu kulit ceker ayam asal Kota Bandung, Jawa Barat. Perusahaan Hirka yang didirikannya sejak 2015 memproduksi dua jenis sepatu, Jokka dan Tafiaro. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Belum genap satu tahun, jumlah pengikut instagram sepatu kulit ceker ayam Hirka asal Kota Bandung, Jawa Barat, langsung melesat. Dari hanya sekitar 1.500 orang pada September 2019, menjadi hampir 11 ribu pengikut pada Juli 2020 ini.

    Rahasianya ternyata ada pada strategi digital marketing yang tepat. Salah satu strategi yang digunakan yaitu mempromosikan sepatu ini dengan bantuan influencer. Hirka pun menggunakan jasa dokter Tirta, yang selama ini dikenal sebagai influencer sneaker.

    "Dokter Tirta sangat membantu untuk mengenalkan produk kami lebih luas" kata CEO Hirka, Nurman Farieka saat menjadi pembicara dalam webinar SATU Indonesia Awards 2020 di Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2020.

    Setelah menggandeng dokter Tirta, penjualan sepatu kulit ceker ayam Hirka langsung melesat menjadi 300 hingga 400 kali lipat. Nurman mengakui promosi produk menggunakan jasa influencer tidak bisa sembarangan, tidak bisa hanya berpatokan pada banyaknya follower.

    Namun, karakter influencer yang digunakan harus sesuai dengan produk yang ingin dijual. "Jadi udah pas banget, beliau (dokter Tirta) punya power di situ," kata Nurman yang juga pemenang SATU Indonesia Awards 2019 ini.

    Kini, instagram dan media sosial lainnya dari Hikra juga semakin berkembang. Hirka juga mengembangkan website sendiri yaitu hirkaofficial.com.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.