Jokowi Minta Kampus Bekerja Sama dengan Kawasan Industri Terdekat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat ini digelar setelah diunggahnya video saat Presiden memperingatkan kabinetnya terkait penanganan Covid-19. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat ini digelar setelah diunggahnya video saat Presiden memperingatkan kabinetnya terkait penanganan Covid-19. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi empat arahan kala membuka Konferensi Virtual Forum Rektor Indonesia (FRI), Sabtu, 4 Juli 2020. Salah satu arahan tersebut berkaitan dengan hubungan perguruan tinggi dan industri.

    Jokowi mengajak perguruan tinggi lebih aktif bekerja sama dengan industri, termasuk kerja sama dengan kawasan industri terdekat. Jika ada kawasan industri terdekat, kata dia, perguruan tinggi diminta segera bekerja sama dengan membuka fakultas, departemen, atau program studi yang karakter keilmuannya dekat dengan jenis industri di kawasan tersebut.

    “Kerja sama dengan industri bukan hanya untuk memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa tetapi perguruan tinggi. Tapi juga bisa bekerja sama untuk penelitian dan pengembangan teknologi, untuk research and development di dunia industri, dan sekaligus untuk pengembangan ilmu murni,” ujar Jokowi seperti dilansir dari keterangan di setkab.go.id.

    Selain itu, Jokowi juga meminta para rektor dan FRI untuk memfasilitasi mahasiswa agar bisa belajar kepada siapa saja. Ia menegaskan agar mahasiswa tidak hanya belajar kepada dosen tetapi  juga pelaku industri, wirausahawan, praktisi pemerintahan, praktisi hukum, dan para pelaku lapangan lainnya.

    “Agar mahasiswa bisa menangkap perubahan yang dinamis, perubahan dunia yang dinamis, yang dipicu oleh disrupsi dan hiperkompetisi yang terjadi sekarang ini,” ujar Presiden.

    Arahan lainnya, Jokowi mengajak Forum Rektor Indonesia jangan hanya menjadi forum komunikasi, namun harus dikemas menjadi forum saling peduli, forum saling berbagi. Dengan demikian, yang mampu membantu yang tidak mampu dan yang punya membantu yang tidak punya.  “Berbagi pengalaman secara daring, berbagi kurikulum dan silabus, berbagi koleksi perpustakaan secara daring, berbagi dosen dan perkuliahan secara daring, untuk maju bersama, memajukan seluruh mahasiswa di seluruh Indonesia,” tutur mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

    Terakhir, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pendidikan tinggi harus memberikan perhatian besar kepada kesehatan fisik dan mental, membangun karakter mahasiswa yang hati dan pikirannya merah putih untuk Indonesia, berakhlak mulia, bermental baja, serta memegang teguh Pancasila. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bahaya dan Manfaat yang Kita Dapat dari Mengkonsumsi Kayu Manis

    Kayu Manis banyak memiliki khasiat yang baik untuk tubuh kita. Namun beberapa jenis penyakit dapat terpicu bila kelewat sering mengonsumsi kayu manis.