Tekan Impor Produk Farmasi dan Alkes, Ini Langkah Kemenperin

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Biker Honda memberikan donasi alat pelindung diri dan perlengkapan pendukung kesehatan bagi tenaga medis yang menangani pasien corona di 23 kota besar Indonesia. (AHM)

    Biker Honda memberikan donasi alat pelindung diri dan perlengkapan pendukung kesehatan bagi tenaga medis yang menangani pasien corona di 23 kota besar Indonesia. (AHM)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian menargetkan industri farmasi dan alat kesehatan bisa menjadi sektor yang mandiri di dalam negeri. Kemandirian ini artinya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat domestik sehingga secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk impor.

    “Kami mendorong agar sektor industri farmasi dan alat kesehatan dapat menjadi pemain utama dan tuan rumah di negeri sendiri. Apalagi, sektor industri farmasi dan alat kesehatan masuk dalam kategori high demand di tengah masa pandemi Covid-19. Ini salah satu potensinya,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Ahad, 5 Juli 2020.

    Agus berujar, industri farmasi di Indonesia saat ini ditopang oleh 220 perusahaan. Sebanyak 90 persennya berfokus di sektor hilir untuk memproduksi obat-obatan. Untuk itu, pemerintah terus berupaya untuk menekan impor pengadaan bahan baku khususnya di sektor hulu industri farmasi.

    Untuk mengurangi impor bahan baku sekaligus menciptakan kemandirian di sektor farmasi, Agus mengatakan perlunya kerja sama dengan kementerian dan lembaga lain. Sehingga, akan tercipta regulasi dan kebijakan yang dapat menghadirkan ekosistem industri yang kondusif. Menurut Agus, kebijakan yang kondusif di sektor industri farmasi penting guna menarik investasi domestik maupun asing. Dengan demikian, investor dapat melakukan investasinya pada barang substitusi impor sekaligus mendorong penggunaan bahan baku dan bahan perantara yang berasal dari dalam negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.