Airlangga Beberkan Tema 10 Wilayah Metropolitan Baru ala Jokowi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) menyampaikan pandangannya dalam KTT ASEAN ke-36 yang digelar secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat 26 Juni 2020. Dalam KTT dengan tuan rumah Vietnam tersebut, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya untuk memperkuat kerja sama antar negara anggota ASEAN dalam pemulihan ekonomi dampak pandemi COVID-19 serta mengusulkan perlunya pengaturan ASEAN Travel Corridor. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo (kanan) menyampaikan pandangannya dalam KTT ASEAN ke-36 yang digelar secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat 26 Juni 2020. Dalam KTT dengan tuan rumah Vietnam tersebut, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya untuk memperkuat kerja sama antar negara anggota ASEAN dalam pemulihan ekonomi dampak pandemi COVID-19 serta mengusulkan perlunya pengaturan ASEAN Travel Corridor. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan kembali dengan lebih detail mengenai pengembangan 10 wilayah metropolitan baru yang disiapkan pemerintah. Kesepuluh wilayah metropolitan baru yang didorong oleh Presiden Jokowi itu terdiri atas empat wilayah di dalam Pulau Jawa dan enam wilayah di luar Pulau Jawa.

    "Ini the next harapan Pak Presiden, pengembangan kota baru," kata Airlangga dalam diskusi virtual pada Jumat, 3 Juli 2020.

    Rencana pengembangan 10 wilayah metropolitan baru ini sebenarnya sudah beredar sejak tahun lalu. Tujuannya yaitu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,7 persen.

    Berbagai skema pendanaan disiapkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Di antaranya seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) hingga hibah ke pemerintah daerah.

    Adapun rinciannya 10 wilayah metropolitan baru ini yaitu:
    1. Jabodetabek dengan tema: Smart and Resilient
    2. Bandung, Jawa Barat dengan tema: Digital Creative
    3. Surabaya, Jawa Timur dengan tema: Green Mixed Rise
    4. Semarang, Jawa Tengah dengan tema: Cultural and Compact
    5. Mebidangro (Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo) di Sumatera Utara dengan tema Urban-Rural Linkage
    6. Patungagung (Palembang, Betung, Kayu Agung) di Sumatera Selatan dengan tema: Production and Distribution Hub.
    7. Banjarbakula (Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala Tanah laut) di Kalimantan Selatan dengan tema: Urban Agriculture
    8. Mamminasta (Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar) di Sulawesi Selatan dengan tema: Urban Seafront.
    9. Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan) di Pulau Bali dengan tema: International Tourism
    10. Manado di Sulawesi Utara dengan tema: Fisheries Industry.

    Tak hanya 10 wilayah metropolitan baru, pemerintah juga tengah mengembangkan North Java Corridor di utara Pulau Jawa. "Ini diharapkan Pak Presiden jadi pengungkit perekonomian post Covid-19," kata Airlangga.

    Salah satu caranya, kata Airlangga, yaitu dengan menghubungkan kawasan industri di Cilegon, Serang, dan Cikande, di Banten; Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, dan Cirebon, di Jawa Barat.

    Lalu berlanjut ke kawasan Batang, Jawa yang baru saja dikunjungi Jokowi beberapa waku lalu. Selanjutnya Kendal, Semarang, Demak. Baru kemudian masuk ke Jawa Timur di Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik. "Kalau seluruh koridor diselesaikan, maka akan jadi pengungkit ekonomi Indonesia," kata Airlangga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.