Kata BNI Syariah Soal Erick Thohir Ingin Merger Bank Syariah BUMN

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank BNI Syariah mendapat penghargaan dalam ajang Indonesia Banking Award di Jakarta, 26 September 2018.

    Bank BNI Syariah mendapat penghargaan dalam ajang Indonesia Banking Award di Jakarta, 26 September 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Divisi Kesekretariatan dan Komunikasi Perusahaan PT Bank BNI Syariah Bambang Sutrisno meyakini Kementerian BUMN sudah mempersiapkan dengan baik rencana merger perbankan syariah yang diungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir. Soal persiapan perseroan, BNI Syariah enggan menjelaskan lebih lanjut karena dinilai berada di ranah Kementerian BUMN.

    "Kami percaya kementerian sudah mempersiapkan segalanya dengan baik. Kami lebih fokus kepada kinerja yang ditargetkan pemegang saham," katanya kepada Bisnis, Jumat, 3 Juni 2020.

    Adapun realisasi aset BNI Syariah hingga Juni 2020 mencapai Rp 50,858 triliun atau naik 19,69 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Hingga Juni 2020, BNI Syariah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp43,643 triliun atau tumbuh 20,15 persen secara year-on-year (yoy) dan penyaluran pembiayaan senilai Rp 31,321 triliun atau turun 1,08 persen (yoy).

    Menurut Bambang, sebagai anak perusahaan merah putih, BNI Syariah menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah melalui pemegang saham. Di tengah rencana merger ini, BNI Syariah akan tetap fokus memberikan yang terbaik bagi semua nasabah dan stakeholder.

    "Kami ikut arahan yang menjadi program pemerintah untuk memperkuat BUMN demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia," katanya.

    Sebelumnya, Erick Thohir mengatakan sedang menyiapkan rencana merger bank syariah milik BUMN. Penggabungan usaha ini diperkirakan dapat rampung pada Februari 2021.

    Upaya merger bank syariah BUMN tersebut dilakukan mendorong pengembangan pasar keuangan syariah. Pasalnya, pasar syariah juga memiliki prospek kebutuhan yang cukup besar di Indonesia.

    Menurutnya, kehadiran bank syariah milik BUMN dengan kapasitas besar juga akan memperluas pilihan pendanaan sektor riil yang selama ini masih bergantung kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

    “Kami sedang mengkaji bank-bank syariah ini jadi satu, Insya Allah Februari tahun depan jadi satu, Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan sebagainya,” katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Inpres Jokowi Mencampur Militer dengan Sipil dalam Penerapan Protokol Kesehatan

    Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu penerapan protokol kesehatan menghadapi Covid-19.