Do and Don't Investasi Saham Menurut Bos Danareksa Sekuritas

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham. Tempo/Imam Sukamto

    Ilustrasi saham. Tempo/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan prinsip utama bagi masyarakat yang baru akan berinvestasi saham di pasar modal.

    Menurut dia, prinsip utamanya adalah tidak menggunakan dana yang dibutuhkan dalam waktu dekat. "Kalau kita investasi itu jangan menggunakan uang yang mau kita gunakan," ujar Friderica dalam sebuah diskusi daring, Jumat, 3 Juli 2020.

    Sederhananya dalam kehidupan sehari-hari, tutur dia, orang harus mengeluarkan dulu dana yang mesti dibayarkan untuk berbagai kebutuhan. Selanjutnya, jangan lupa untuk menyisihkan sebagian uang pemasukan bulanan untuk keperluan darurat, misalnya ada keluarga yang sakit atau kebutuhan lain.

    "Alhamdulillah kalau punya asuransi dan sebagainya, tapi kita tetap harus punya cadangan untuk itu," tutur Friderica.

    Dana untuk investasi juga jangan sampai diperlukan untuk kegiatan penting dalam beberapa waktu ke depan, misalnya untuk menikah.

    Friderica mengatakan uang untuk investasi haruslah dana yang tidak menjadi beban apabila hilang. "Jadi investasikanlah uang yang bisa direlakan kalau hilang, ibaratnya jadi enggak usah dipikirin. Tapi kalau anda investasi lalu tiap malam memikirkan apakah bisa dipakai buat nikah atau enggak, ya jangan."

    Selain soal dana untuk investasi, menurut Friderica, berinvestasi di pasar modal adalah soal melihat prospek ke depan. Hal itu berkaitan dengan kondisi negara, perekonomian, sektor, maupun perusahaan tertentu. Jadi, ketika orang hendak masuk berinvestasi saham, mesti melihat berbagai hal.

    "Kalau sudah ketemu saham yang fundamentalnya bagus, industrinya menunjang, kemudian prospek ke Indonesia bagus ke depan, tentu itu adalah saham yang patut dikoleksi, bahkan untuk jangka waktu 3, 5, bahkan 10 tahun, yang bisa jadi pegangan di masa mendatang," ujar Friderica. Untuk itu, ia menyarankan untuk banyak belajar dan mencari informasi untuk memilih saham yang tepat.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.