100 Tahun ITB, Jokowi: RI Tak Boleh Kalah dalam Persaingan Global

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat ini digelar setelah diunggahnya video saat Presiden memperingatkan kabinetnya terkait penanganan Covid-19. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat ini digelar setelah diunggahnya video saat Presiden memperingatkan kabinetnya terkait penanganan Covid-19. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan persaingan di dunia tengah semakin berat. Ia menyebut tantangan Indonesia saat ini adalah disrupsi dan hiperkompetisi.

    "Perubahan besar, telah terjadi di berbagai bidang yang semakin dipercepat oleh revolusi industri jilid keempat. Persaingan antar negara juga semakin ketat yang menuntut kecepatan, menuntut fleksibilitas, dan menuntut inovasi," kata Jokowi saat memberikan sambutan secara virtual di Ulang Tahun Institut Teknologi Bandung ke-100, Kamis malam, 2 Juli 2020.

    Untuk itu, Jokowi mengatakan Indonesia harus digerakkan oleh semangat juang yang tinggi. Hal ini harus dipandu oleh akhlak mulia dan jiwa pengabdian kepada bangsa dan negara, yang dibarengi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Karena itu, Jokowi mengajak seluruh keluarga besar ITB untuk berkontribusi dalam pembangunan ini. Terlebih dalam menciptakan sumber daya manusia yang dapat mendukung kemajuan Indonesia ke depan. "Indonesia tidak boleh kalah. Kontribusi ITB ditunggu oleh seluruh anak bangsa," kata Jokowi.

    Ia mengatakan Indonesia harus bisa menunjukkan prestasi akademisi dan penelitinya, juga menunjukkan sumber daya IPTEK dan inovasi karya bangsa kepada dunia.

    Apalagi, Jokowi mengatakan dari laporan Bank Dunia tanggal 1 Juli 2020, Status Indonesia telah naik dari lower middle income country menjadi upper middle income country. Gross National Income per kapita Indonesia naik menjadi US$ 4.050, dari posisi sebelumnya US$ 3.840.

    "Kita perlakukan sebagai sebuah peluang agar negara kita Indonesia bisa terus maju melakukan lompatan kemajuan agar kita berhasil menjadi negara berpenghasilan tinggi," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.