Status Upper Middle Income Country, Jokowi: Peluang Terus Maju

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo. Youtube

    Presiden Joko Widodo. Youtube

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia sudah resmi diakui Bank Dunia menjadi negara dengan status negara berpenghasilan menengah ke atas (upper middle income country). Hal ini mengharuskan Indonesia bekerja lebih keras agar kemajuan terus terjadi.

    "Dalam laporan Bank Dunia tanggal 1 Juli 2020 kemarin. Status Indonesia telah naik dari lower middle income country menjadi upper middle income country," kata Jokowi saat memberikan sambutan secara virtual di Ulang Tahun Institut Teknologi Bandung ke-100, Kamis malam, 2 Juli 2020. 

    Jokowi mengatakan Gross National Income per kapita Indonesia atau PDB naik menjadi US$ 4.050. Angka ini naik dari posisi sebelumnya, US$ 3.840. Kenaikan status ini, kata Jokowi, harus disyukuri.

    "Kita perlakukan sebagai sebuah peluang agar negara kita Indonesia bisa terus maju melakukan lompatan kemajuan agar kita berhasil menjadi negara berpenghasilan tinggi. Dan berhasil keluar dari middle income trap," kata Jokowi.

    Karena itu, Jokowi mengajak seluruh keluarga besar ITB untuk berkontribusi dalam pembangunan ini. Terlebih dalam menciptakan sumber daya manusia yang dapat mendukung kemajuan Indonesia ke depan.

    "SDM yang unggul dan andal serta menghasilkan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi rakyat dan masyarakat," kata Jokowi.

    Apalagi ITB dikenal sebagai penghasil tokoh bangsa yang handal. Mulai dari dua presiden Indonesia, proklamator Ir Soekarno, dan Bapak Teknologi Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie, hingga Juanda Kartawijaya dan Iskandar Alisjahbana. Sepanjang sejarahnya, kata Jokowi, ITB sudah mewarnai perjalanan panjang Indonesia.

    "Dari kampus ini, semangat kemerdekaan digaungkan. Permasalahan bangsa diselesaikan, dan kemajuan bangsa dihasilkan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.