Selain Putus Kontrak Karyawan, Lion Air Sunat Gaji Pegawai Tetap

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses perawatan dan sterilisasi pesawat. Foto: Lion Air Group

    Proses perawatan dan sterilisasi pesawat. Foto: Lion Air Group

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen PT Mentari Lion Airlines atau Lion Air Group telah melakukan sejumlah langkah efisiensi untuk menghadapi masa pandemi Covid-19 yang menyebabkan bisnis perusahaan ambruk. Baru-baru ini, manajemen mengkonfirmasi telah memutus karyawan kontrak, baik lokal maupun dalam negeri, untuk mengurangi beban perusahaan.

    Namun, tak hanya mengurangi jumlah pekerja, perseroan juga menyatakan telah memangkas gaji pegawai tetap di level manajemen hingga karyawan dengan persentase yang berbeda. "Semakin besar penghasilan, semakin besar nominal pemotongannya," tutur Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 2 Juli 2020.

    Langkah perusahaan ini telah dilakukan sejak empat bulan terakhir, yakni Maret, April, Mei, hingga Juni. Danang menyatakan, kebijakan tersebut akan terus dijalankan sampai waktu yang belum ditetapkan.

    Dalam ketarangannya, Danang menyebut bahwa Lion Air Group tengah berada di masa sulit dan menantang di masa pandemi. Imbas wabah itu diakui telah berdampak besar pada sektor transportasi dan mengakibatkan industri maskapai berada dalam kondisi penuh ketidakpastian.

    Meski sudah beroperasi kembali, Danang mengatakan Lion Air Group rata-rata baru mengaktifkan 10-15 persen perjalanan dari kapasitas normal sebelumnya atau setara dengan 1.400-1.600 penerbangan per hari. 

    Menurut Danang, dalam kondisi ini, perseroan harus mengambil keputusan berat untuk mempertahankan kelangsungan bisnis supaya perusahaan tetap terjaga. Apalagi, situasi pandemi menyebabkan pendapatan sangat minimal lantaran adanya pembatasan perjalanan dan penghentian sementara operasional penerbangan.

    "Kami merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran, dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19," ucapnya.

    Meski begitu, Danang memastikan, apabila kondisi perusahaan kembali pulih dan lebih baik secara bisnis, karyawan yang telah diputus kontraknya bakal diprioritaskan untuk memiliki kesempatan kembali bekerja di Lion Air Group.

    "Lion Air Group berterima kasih atas dukungan seluruh karyawan dan dari berbagai pihak hingga sampai saat ini masih beroperasi, dengan harapan pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga operasional dan layanan penerbangan normal kembali," tuturnya.

    Dari sisi manajemen, Lion Air Group masih terus memonitor, mengumpulkan data dan informasi, dan mempelajari situasi yang terjadi. Di samping itu, perusahaan tengah mempersiapkan strategi dan langkah lainnya yang akan diambil untuk mengurangi beban yang ditanggung selama pandemi.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.