Riset SEA Insights: 45 Persen Pengusaha Aktif Berjualan Online

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    TEMPO.CO, JakartaRiset SEA Insights memaparkan data perubahan strategi pemasaran UMKM untuk meningkatkan penjualan. Dalam kajiannya disebutkan 45 persen pelaku usaha aktif berjualan online melalui e-commerce selama pandemi covid-19.

    “Perempuan terpelajar di usia 20-an cenderung aktif berjualan secara online,” ujar Presiden Komisaris SEA Group, Pandu Sjahrir, dalam konferensi pers online, Kamis, 2 Juli 2020.

    Berdasarkan hasil survei, sekitar 50 persen pelaku usaha mengalami peningkatan penggunaan media digital. Seperti media sosial, e-commerce, dan materi pendidikan online di masa pandemi.

    Pandu yang juga Komisaris Utama Shopee Indonesia ini juga memaparkan hasil riset yang menemukan 1 dari 5 pelaku usaha muda adalah pengguna baru e-commerce, meliputi industri rumahan, sektor retail, pertanian maupun kesehatan.

    Penelitian Sea Insights juga menunjukkan tingkat pendapatan rata-rata UMKM yang mengadopsi e-commerce lebih dari 160 persen dan peningkatan produktivitas 110 persen. Juga, sekitar 70 persen pelaku usaha akan terus memanfaatkan media digital melalui e-commerce dan media sosial hingga  pandemi berakhir.

    Selain itu, dinyatakan UMKM telah mengubah strategi produksi dan jenis barang untuk memenuhi permintaan pasar yang dinamis. Beberapa pelaku usaha mulai memproduksi barang yang populer seperti masker dan hand sanitizer.

    Pandu Sjahrir menyampaikan digitalisasi UMKM memberikan dampak yang signifikan terhadap hilangnya jarak fisik, turunnya biaya operasional toko, fleksibilitas bekerja, dan adanya sumber pemasukan baru dari e-commerce.

    Sea Insights adalah unit kerja yang berfokus pada penelitian dan kebijakan publik. Unit kerja ini bertugas memberikan pengertian yang mendalam terhadap perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara dan Taiwan.

    Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memberikan informasi bagi para pemimpin perusahaan dan pembuat kebijakan, dalam melihat sebuah kebijakan publik terkait ekonomi digital di regional, secara kritis dan strategis. 

    MUHAMMAD BAQIR | RR ARIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.