BPS: Inflasi Juni 2020 0,18 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menata telur di kiosnya di Pasar Tebet, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2020 sebesar 0,08 persen yang disebabkan permintaan barang dan jasa turun drastis akibat pandemi virus Corona. TEMPO/Tony Hartawan

    Pedagang menata telur di kiosnya di Pasar Tebet, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2020 sebesar 0,08 persen yang disebabkan permintaan barang dan jasa turun drastis akibat pandemi virus Corona. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat laju inflasi sepanjang Juni 2020 hanya sebesar 0,18 persen. Angka ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya, Mei 2020 yang tercatat sebesar 0,07 persen.

    "Ada kenaikan meskipun tipis," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam siaran langsung Selasa, 2 Juni 2020.

    Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2020 ini adalah sebesar 1,96 persen. Angka ini lebih rendah dari inflasi tahunan pada Mei 2020 yang berada di angka 2,19 persen.

    Adapun inflasi Juni 2020 ini disumbang oleh sejumlah kelompok barang. Di antaranya yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami 0,12 persen dan memberikan andil terbesar pada inflasi Juni 2020 yaitu 0,47 persen. "Ada beberapa komoditas yang punya andil," kata dia.

    Pertama kenaikan harga daging ayam ras yang memberikan andil inflasi 0,14 persen. Menurut Suhariyanto, kenaikan terjadi di 86 kota. "Daging ayam ras menjadi penyumbang utama inflasi Juni 2020," kata dia. Selain daging ayam ras, andil terbesar kedua yaitu telur ayam ras 0,04 persen

    Sementara inflasi Mei 2020 didorong oleh sejumlah kelompok barang. Tertinggi yaitu kelompok transportasi sebesar 0,87 persen. Kemudian diikuti kelompok kesehatan mengalami kenaikan sebesar 0,27 persen.

    Lebih lanjut, inflasi Juni 2020 ini lebih tinggi dari prediksi Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet. Kemarin, Yusuf mengatakan selain daya beli yang masih lemah, inflasi juga diprediksi belum akan menguat karena penurunan harga beberapa pangan strategis.

    "Saya prediksi inflasi Juni 0,04 persen [mtm]. Hal ini disebabkan karena penurunan harga sejumlah komoditas pangan seperti beras, bawang putih, gula, dan cabai. Deflasi pada sandang karena sudah lewat masa Lebaran," katanya ketika dikonfirmasi, Selasa, 30 Juni 2020.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.