Era Pandemi, Tjahjo Kumolo Minta Kinerja ASN Lebih Produktif

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpan RB Tjahjo Kumolo (kiri) dan Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko (kanan) menghadiri peringatan Hari Anti Narkoba Internasional di Kantor BNN, Jakarta, Jumat 26 Juni 2020. Pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional ini BNN mengusung tema Hidup 100 persen di Era New Normal, Sadar Sehat, Produktif Tanpa Narkoba. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Menpan RB Tjahjo Kumolo (kiri) dan Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko (kanan) menghadiri peringatan Hari Anti Narkoba Internasional di Kantor BNN, Jakarta, Jumat 26 Juni 2020. Pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional ini BNN mengusung tema Hidup 100 persen di Era New Normal, Sadar Sehat, Produktif Tanpa Narkoba. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan wabah Covid-19 tidak boleh menjadi penghalang aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja secara profesional dan lebih produktif memberikan layanan kepada masyarakat. ASN sebagai pelayan masyarakat diharapkan tetap mampu menjalankan kewajibannya meskipun dalam kondisi pandemi covid-19. 

    “Sesuai arahan Presiden RI, ASN harus lebih produktif dengan menerapkan protokol kesehatan. Jangan karena pandemi covid-19 menurun kinerjanya, menurun layanan masyarakatnya, namun harus tetap produktif,” ujar Tjahjo dilansir dari keterangan tertulis, Rabu, 1 Juli 2020.

    Tjahjo menuturkan pelayanan masyarakat tetap dilakukan namun dengan memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu, pembagian sistem kerja ASN dengan work from home dan work from office, diharapkan tidak mengurangi kualitas pelayanan yang diselenggarakan pemerintah. 

    Pemanfaatan teknologi juga menjadi salah satu alternatif ASN memberikan layanan di tengah pandemi, sehingga meminimalisir pertemuan tatap muka antar pemohon dan penyedia layanan. Tjahjo menegaskan jika literasi dan kultur digital perlu ditingkatkan dalam pengembangan kompetensi ASN. Mengingat saat ini telah memasuki era serba digital, serba otomatis, tidak selalu di kantor untuk bekerja, dan tidak selalu di pusdiklat untuk belajar. 

    Menteri Tjahjo menyampaikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing menjadi kunci dalam menghadapi tantangan transformasi digital dimaksud, termasuk ASN. Untuk itu, pemerintah terus berupaya membangun Smart ASN yang berintegritas, profesional, dan kompeten, berdaya melayani serta menguasai IT dengan baik.

    Pada pengembangan kompetensi ASN, menurutnya harus didasarkan pada kebutuhan instansi dan kebutuhan nasional yang dijabarkan dari prioritas pembangunan nasional yang terkandung dalam visi, misi, kebijakan, dan strategi sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang tertuang dalam Perpres No. 18/2020.

     

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.