Inflasi Juni 2020 Diprediksi Rendah, Daya Beli Masih Lemah

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana jual beli di Pasar Tebet, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020. Laju inflasi April 2020 tercatat lebih lambat 0,1 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana jual beli di Pasar Tebet, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020. Laju inflasi April 2020 tercatat lebih lambat 0,1 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Inflasi pada Juni 2020 diperkirakan masih rendah seiring dengan daya beli masyarakat yang belum pulih.

    Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan selain daya beli yang masih lemah, inflasi juga belum akan menguat karena penurunan harga beberapa pangan strategis.

    "Saya prediksi inflasi Juni 0,04 persen [mtm]. Hal ini disebabkan karena penurunan harga sejumlah komoditas pangan seperti beras, bawang putih, gula, dan cabai. Deflasi pada sandang karena sudah lewat masa Lebaran," katanya ketika dikonfirmasi, Selasa, 30 Juni 2020.

    Dia menuturkan secara pola (pattern) tahunan, komponen sandang biasanya mengalami penurunan harga pasca Hari Raya Idul Fitri.

    Meski demikian, Yusuf memaparkan komponen pengeluaran perumahan, tarif dasar listrik (TDL), kesehatan, dan perawatan pribadi justru mengalami kenaikan.

    Adapun, dia menilai pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada kenyataannya belum mendorong orang untuk lebih banyak melakukan aktivitas ekonomi.

    Selain belum meningkatkan daya beli, Yusuf mengatakan orang masih belum berani keluar rumah karena faktor psikologi. "Angka penambahan kasus baru, seperti di Jakarta dan Jawa Timur, masih fluktuaktif. Hal ini menjadi faktor penghambat masyarakat untuk mengunjungi tempat umum, seperti mall," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.