Per 31 Mei, Total Peserta BPJS Kesehatan 220 Juta Orang

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di Era Pandemi, Pemerintah Bantu Iuran Peserta Mandiri Kelas 3 dan Tingkatkan Kualitas Layanan JKN.

    Di Era Pandemi, Pemerintah Bantu Iuran Peserta Mandiri Kelas 3 dan Tingkatkan Kualitas Layanan JKN.

    TEMPO.CO, JakartaBPJS Kesehatan menyatakan total pemanfaatan layanan asuransi negara tersebut telah mencapai 1,1 miliar kunjungan sejak 2016 hingga 2020. Berdasarkan data tahun teranyar, yakni 2019, rata-rata pemanfaatan fasilitas kesehatan telah menyentuh angka kunjungan 756.515 per hari. 

    “Hingga 31 Mei 2020, total member BPJS Kesehatan sebanyak 220 juta individu,” ujar Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Wahyuddin Bagenda dalam web seminar, Selasa, 30 Juni 2020.

    Sedangkan total member korporasi yang telah menjadi mitra BPJS Kesehatan saat ini berjumlah 243 ribu entitas. Sejalan dengan terus bertambahnya jumlah pengguna manfaat, Wahyuddin mengatakan pihaknya telah membuka kerja sama dengan pelbagai stakeholder.

    Untuk koridor pembayaran atau payment channel, misalnya, BPJS bekerja sama dengan 650 ribu entitas. Adapun dari sisi layanan kesehatan, kini terdapat 22 ribu fasilitas kesehatan tingkat I yang menerima peserta asuransi. Sedangkan jumlah apotek dan optik yang bekerja sama dengan BPJS mencapai 2.069.

    Selanjutnya, fasilitas tingkat lanjut sebanyak 2.547 dan tenaga medis menyentuh 1 juta. “Kemudian kami memiliki tenaga verifikator berjumlah 961 orang dan asuransi kesehatan komersial sebanyak 50 perusahaan,” tuturnya.

    Wahyuddin mengatakan pihaknya terus mengembangkan transformasi digital dalam memberikan layanan kesehatan agar mencegah fraud atau kecurangan serta mengantisipasi adanya persoalan-persoalan terkait data.

    “Pada 2020, kami kembangkan smart collaboration dan artificial inteligence. Nantinya klaim di faskes tingkat rujukan akan dilakukan secara digital. Kami juga siapkan mobile JKN untuk menjadi super apps untuk mobile faskes,” tuturnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.