Bos Bursa Efek Sebut Pencapaian 2020 Tidak Akan Sebaik 2019

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Refleksi layar pergerakan saham di kacamata seorang mahasiswa yang tengah berkunjung ke Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,63 persen atau 37,02 poin ke level 5.876,06 pada awal sesi II perdagangan hari ini. Tempo/Tony Hartawan

    Refleksi layar pergerakan saham di kacamata seorang mahasiswa yang tengah berkunjung ke Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,63 persen atau 37,02 poin ke level 5.876,06 pada awal sesi II perdagangan hari ini. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi memperkirakan pencapaian 2020 mungkin tidak akan sebaik tahun lalu. Dia melihat rata-rata nilai transaksi harian saham atau RNTH sempat turun signifikan ke bawah Rp 7 triliun pada Januari-Februari.

    "Namun alhamdulillah per 25 Juni ini walau pun ini masih tengah tahun, bisa membukukan laba bersih dan tetap masih hijau," kata Inarno Djajadi usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BEI, Selasa, 30 Juni 2020.

    Menurutnya, semua itu karena berbagai upaya yang dilakukan BEI, mengefektifkan anggaran dan mengurangi berbagai kegiatan.

    Adapun PT Bursa Efek Indonesia mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 445 miliar di tahun 2019. Inarno mengatakan nilai itu tumbuh 67,4 persen dibanding 2018.

    "Laba bersih tetap baik meski beban perusahaan naik," kata dia.

    Dia menuturkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,56 triliun pada 2019. Nilai itu meningkat 12,4 persen dari pendapatan usaha di tahun 2018 yakni Rp 1,38 triliun.

    "Secara keseluruhan jumlah total pendapatan Perusahaan sebesar Rp 1,91 triliun atau meningkat 16,2 persen dari tahun 2018 yakni Rp 1,64 triliun," ujarnya.

    Sedangkan jumlah beban di tahun 2019, kata dia, sebesar 1,33 triliun atau meningkat 5,3 persen dari tahun 2018.

    Pada 2019, BEI membukukan nilai total aset sebesar Rp 7,20 triliun atau mengalami kenaikan 5,8 persen dari tahun 2018. Total kewajiban Perusahaan (liabilitas) sebesar Rp 2,75 triliun atau turun 5,8 persen dengan komponen utama penurunan berasal dari liabilitas penyelesaian transaksi Bursa.

    Dia juga mengatakan total ekuitas Perusahaan sebesar Rp 4,45 triliun atau mengalami kenaikan 14,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.