3 Saran Sandiaga Uno pada UMKM, Salah Satunya: Amankan Cash

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno didampingi politikus Gerindra Miftah Sabri menggelar jumpa pers di rumahnya, Jalan Pulombangkeng Nomor 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Oktober 2019. Sandiaga bercerita seputar keputusannya kembali ke Partai Gerindra. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Sandiaga Uno didampingi politikus Gerindra Miftah Sabri menggelar jumpa pers di rumahnya, Jalan Pulombangkeng Nomor 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Oktober 2019. Sandiaga bercerita seputar keputusannya kembali ke Partai Gerindra. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga seorang pengusaha, Sandiaga Uno memberi tiga saran kepada pelaku UMKM di tengah Covid-19. Salah satunya adalah menerapkan manajemen keuangan yang sangat ketat.

    "Fokuslah mengamankan cash, karena saat ini cash adalah raja," kata Sandiaga Uno dalam acara Indonesia Economic Forum di Jakarta, seperti dimuat dalam siaran pers pada Senin, 29 Juni 2020.

    Menurut Sandiaga, ini adalah saatnya UMKM menjadwal ulang kewajiban pembayaran mereka. Kemudian fokus dan memastikan tersedia likuiditas yang cukup. "Serta tetap fokus pada bisnis utama," kata dia.

    Saat ini UMKM menjadi salah satu sektor bisnis yang paling terdampak Covid-19. Katadata Insight Center (KIC) misalnya, baru saja menyelesaikan survei terhadap 206 pemilik dan pengelola UMKM di Jabodetabek pada 8-15 Juni 2020. Hasilnya, hanya 5,9 persen saja UMKM yang memperoleh dampak positif dalam bentuk kenaikan omzet akibat Covid-19.

    Sisanya yaitu 11,2 persen merasa tidak mengalami dampak apapun dari pandemi ini. Sehingga, mayoritas dari reponden yaitu 82,9 persen merasakan dampak negatif dari Covid-19, seperti penurunan omzet hingga kondisi usaha yang kian memburuk.

    Saran kedua yaitu beradaptasi dengan new normal atau stay at home economy. Bagi yang selama ini banyak bergantung pada jaringan offline, maka harus mulai pindah ke online.

    Sandiaga mencontohkan sektor logistik dan e-commerce yang mampu tumbuh karena sesuai kebutuhan masyaraat saat ini. Begitupun sektor elektronik pendukung aktivitas remote working seperti kamera, microphone, lampu studio, telekomunikasi semuanya tumbuh.

    Bagi Sandiaga, UMKM harus melihat peluang. Misalnya membuat drama series versi jawa, batak, bugis dan lainnya. Bisa juga telemedicine dan obat tradisional seperti jamu, layanan cloud, reseller makanan, layanan kebersihan dan home fitness. "Ini menjadi sektor yang defensif atau winning," ujarnya.

    Saran ketiga adalah bertahan melalui ekosistem. Para pelaku UMKM sebaiknya fokus pada komunitas sendiri. Caranya seperti menjual produk ke teman lewat WhatsApp, Instagram, atau menggunakan jasa reseller dan dropshipper. "Di sini pemerintah juga perlu step in dengan menyediakan likuiditas secepatnya,” kata Sandiaga.

    Sektor lain yang juga tidak kalah seksi, kata Sandi adalah clean energy dan energy conservation. Sebab, masyarakat mulai terusik dengan tingginya biaya listrik, terutama di perkotaan.

    Lalu ada juga bisnis massive open online course (pelatihan online) yang juga terus tumbuh. Sandiaga mencontohnya dirinya sendiri, yang selama pandemi ini telah berinteraksi dengan 300.000 lebih pelajar. Ini lebih besar dari pelajar yang ditemuinya secara offline di 2019, yang hanya 250 ribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.