Harga Minyak Naik jadi USD 41,7 Terdongkrak Data Perekonomian AS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kilang minyak Arab Saudi. Sumber: EPA/dailymail.co.uk

    Kilang minyak Arab Saudi. Sumber: EPA/dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, JakartaHarga minyak naik sekitar US$ 1 per barel pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). 

    Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus naik 69 sen atau 1,7 persen menjadi ditutup pada US$ 41,71 per barel. Sementara itu minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik US$ 1,21 atau 3,1 persen menjadi menetap pada US$ 39,7 per barel.

    Data Komisi Eropa sepanjang bulan Juni menunjukkan pemulihan sentimen ekonomi di zona euro dengan perbaikan di semua sektor. Sentimen keseluruhan naik menjadi 75,7 poin pada Juni dari 67,5 pada Mei, meskipun masih jauh dari harapan.

    Di Cina, keuntungan di perusahaan industri naik untuk pertama kalinya dalam enam bulan pada Mei, menunjukkan pemulihan ekonomi negara itu. Indeks-indeks saham AS yang naik secara luas pada hari yang sama, juga menambahkan dukungan untuk harga minyak, yang terkadang mengikuti ekuitas.

    Tapi kekhawatiran gelombang kedua pandemi membuat harga tidak naik lebih tinggi. Korban tewas akibat Covid-19 melampaui setengah juta orang pada Ahad pekan lalu, 28 Juni 2020 menurut penghitungan Reuters.

    Beberapa negara bagian di Amerika Serikat menerapkan kembali pembatasan setelah terjadi lonjakan dalam beberapa kasus. California memerintahkan bar untuk tutup pada akhir pekan lalu menyusul langkah serupa di Texas dan Florida. Negara bagian Washington dan kota San Francisco telah menghentikan rencana pembukaan kembali mereka.

    "Sementara langkah-langkah lokal ini sendiri tidak mungkin melihat dampak langsung utama pada permintaan, mereka menyoroti risiko signifikan terhadap permintaan bensin," kata JBC Energy.

    Brent akan mengakhiri Juni dengan kenaikan bulanan ketiga berturut-turut setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu, yang dikenal sebagai OPEC+, memperpanjang perjanjian pemangkasan pasokan 9,7 juta barel per hari (bpd) hingga Juli.

    "Pemotongan pasokan OPEC + telah membantu menjaga harga minyak bertahan dan setelah kepatuhan hampir 90 persen pada Mei, dalam beberapa hari ke depan kita akan mendapatkan petunjuk data tentang kepatuhan Juni," kata Louise Dickson, analis pasar minyak Rystad Energy. Adapun perusahaan pelacak tanker, Petro-Logistics memperkirakan 
    OPEC telah memangkas produksi minyak pada Juni sebesar 1,25 juta barel per hari dari level Mei lalu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.