Pagi Ini Rupiah Melemah Menjadi Rp 14.227 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi, 29 Juni 2020, bergerak menguat seiring naiknya harga aset-aset berisiko.

    Pada pukul 9.34 WIB, rupiah melemah 7 poin atau 0,05 persen menjadi Rp 14.227 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.220 per dolar AS.

    Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, pagi ini kekhawatiran pasar terhadap penyebaran wabah Covid-19 yang terus meningkat dan potensi gelombang kedua pandemi, memberikan sentimen negatif ke aset berisiko.

    "Permintaan terhadap aset dolar AS sebagai aset aman, terindikasi meningkat dengan penurunan tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang sekarang di level 0,635 persen," ujar Ariston.

    Menurut Ariston, pekan ini kemungkinan masih akan seperti pekan lalu dimana terjadi tarik menarik sentimen.

    Ia memprediksi, pekan ini nilai tukar rupiah cenderung akan mengalami pelemahan terbuka. Tapi, lanjutnya, pelaku pasar juga tidak mengesampingkan sentimen positif pemulihan ekonomi.

    "Pagi ini juga banyak kabar soal uji klinis fase 3 beberapa vaksin yang mungkin bisa jadi sentimen positif juga," kata Ariston.

    Ariston memperkirakan rupiah hari ini berpotensi melemah dengan kisaran Rp 14.100 per dolar AS hingga Rp 14.300 per dolar AS.

    Pada Jumat lalu, rupiah ditutup melemah 45 poin atau 0,32 persen menjadi Rp 14.220 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.175 per dolar AS.

    ANTARA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.