Kala Jokowi Kesal Menterinya Kerja Normal Saat Krisis

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kiri) meninjau layanan kependudukan di Pasar Pelayanan Publik Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis 25 Juni 2020. Kunjungan kerja kepresidenan di masa adaptasi kebiasaan baru itu untuk meninjau kesiapan pelayanan publik dan sektor pariwisata. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

    Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kiri) meninjau layanan kependudukan di Pasar Pelayanan Publik Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis 25 Juni 2020. Kunjungan kerja kepresidenan di masa adaptasi kebiasaan baru itu untuk meninjau kesiapan pelayanan publik dan sektor pariwisata. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan kekesalannya terhadap kinerja para menterinya. Sebab, masih ada menteri yang menganggap situasi saat ini sebagai sebuah kenormalan sehingga kebijakan yang dihasilkan masih biasa-biasa saja.

    "Apa-apaan ini," kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis, 18 Juni 2020.

    Video rapat internal berisi arahan Presiden Jokowi itu baru diunggah kanal resmi Sekretariat Presiden di Youtube, Minggu, 28 Juni 2020. Deputi bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan alasan di balik diunggahnya video ini.

    "Karena awalnya Sidang Kabinet Paripurna tersebut bersifat intern. Namun setelah kami pelajari pernyataan Presiden, banyak hal yang baik dan bagus untuk diketahui publik, sehingga kami meminta izin kepada Bapak Presiden untuk mempublikasikannya. Makanya, baru dipublish hari ini," kata Bey saat dihubungi, Ahad, 28 Juni 2020.

    Kepada para menterinya, Jokowi mengatakan bahwa Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) telah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global bakal minus 6 sampai 7,6 persen. Lalu, Bank Dunia juga memproyeksikan minus 5 persen.

    Namun demikian, Jokowi masih melihat ada menterinya yang bekerja masih biasa-biasa saja. Padahal harusnya, kata Jokowi, jangan memakai hal-hal yang standar pada suasana krisis. "Manajemen krisis sudah berbeda semuanya," kata dia.

    Untuk itu, Jokowi meminta para menterinya sama-sama memiliki perasaan krisis dalam situasi saat ini. "Kita harus sama perasaannya, kalau ada yang berbeda satu saja, sudah, berbahaya," ujarnya.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.