Usaha Kuliner Didorong Bangkit via Platform Digital, Ini Caranya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah koki dan mahasiswa jurusan kuliner, memperisapkan signature dish bibimbap untuk 12,013 orang pada acara Festival Makanan Korea di Seoul (23/10). AP/Lee Jin-man

    Sejumlah koki dan mahasiswa jurusan kuliner, memperisapkan signature dish bibimbap untuk 12,013 orang pada acara Festival Makanan Korea di Seoul (23/10). AP/Lee Jin-man

    TEMPO.CO, JakartaDosen Ilmu dan Teknologi Pangan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, Ardhea Mustika Sari, mengatakan sektor kuliner dapat kembali bangkit setelah badai pandemi dengan memanfaatkan platform digital. Pernyataan itu ia ungkapkan dalam web seminar bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, akhir pekan kemarin.

    "Banyak kehidupan yang berubah ke arah digital. Ini adalah bukti bahwa digitalisasi merupakan bagian dari era normal baru yang berlaku bagi semua sektor, termasuk kuliner, yang diharapkan dapat membawa terobosan,” kata Ardhea dalam keterangan tertulis, Sabtu, 27 Juli 2020.

    Ardhea mengatakan kuliner merupakan subsektor pariwisata yang terkena dampak langsung pandemi. Ia mencontohkan kuliner 24 jam di Kota Solo. Menurut dia, pada masa pandemi, para penjaja kuliner mengalami penurunan omzet yang sangat tajam.

    Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta, Hasta Gunawan, menjelaskan bahwa para pelaku di sektor kuliner memang mesti mampu melakukan terobosan dengan mengedepankan kreativitas dalam mengelola produk. Misalnya, kata dia, mengemas jenis-jenis makanan agar bisa lebih awet meski tanpa pengawet.

    "Kita harus terus berpikir dan mengembangkan kreativitas-kreativitas di bidang pengemasan ini menjadi lebih menarik konsumen," katanya.

    Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Frans Teguh menyebut pandemi telah mendorong masyarakat untuk memasuki era kenormalan baru. Guna menyambut masa yang karib disebut new normal itu, dia memastikan Kementerian telah menyusun upaya dan langkah-langkah pemulihan khususnya sektor pariwisata.

    Selain itu, Kementerian akan melakukan pendampingan bagi pelaku usaha. Nantinya, panduan dan pendampingan itu berbentuk buku saku.

    “Tentunya protokol ini nantinya tidak terbatas pada sektor pariwisata saja, tapi juga menyasar ke berbagai kegiatan kreatif yang sifatnya crowd-gather, seperti gelanggang seni, kegiatan produksi film, TV, dan iklan serta usaha-usaha ekonomi kreatif lainnya,” tutur Frans.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?