Beli SBN di Pasar Perdana Rp 30,3 T, BI Siap Berbagi Beban

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan tengah melihat secara daring pemaparan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Bank Indonesia (BI) mengumumkan bid yang masuk untuk Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 44,4 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    Wartawan tengah melihat secara daring pemaparan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Bank Indonesia (BI) mengumumkan bid yang masuk untuk Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 44,4 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bank sentral siap berbagi beban (burden sharing) dengan pemerintah dalam penanganan wabah virus corona Covid-19. BI sudah membantu pembiayaan APBN untuk stimulus Covid-19 dengan membeli surat berharga negara (SBN) di pasar perdana sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020.

    "Intinya, BI siap menyediakan dana APBN atau berbagi beban dengan pemerintah. BI bahkan siap menanggung beban lebih besar, proses selanjutnya [akan dibahas] di Komisi XI DPR RI dan BPK [Badan Pemeriksa Keuangan]," katanya dalam acara webinar Business Talk Series yang dikelar Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (SB-IPB), Sabtu, 27 Juni 2020.

    Sejak menandatangani kesepakatan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati 16 April 2020, BI telah membeli surat berharga negara (SBN) di pasar perdana sebesar Rp 30,3 triliun.

    Adapun, total SBN yang dimiliki oleh bank sentral hingga 23 Juni sebesar Rp 447 triliun. Jumlah itu termasuk pembelian SBN dari pasar sekunder untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sebesar Rp 166,2 triliun.

    "Isu [terkait burden sharing] sedang difinalisasi. Kami sudah sepakat membantu pendanaan APBN tujuannya agar beban yang ditanggung pemerintah lebih rendah," ucapnya.

    Ada tiga tahap atau mekanisme pembelian SBN/SBSN milik pemerintah oleh BI di pasar perdana, yaitu non-competitive bidder, green shoe options, dan private placement.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.