Airlangga Hartarto: Lumbung Pangan di Kalteng Pilihan Tepat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemilihan Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas, Kalimantan Tengah, sangatlah tepat untuk menjadi lumbung pangan atau  "Food Estate".

    "Tidak salah pemerintah mendorong Kalteng, khususnya Pulang Pisau bersama Kapuas menjadi lumbung padi nasional," kata Airlangga saat melakukan kunjungan kerja di Pulang Pisau, Sabtu, 27 Juni 2020.

    Dalam kunjungan tersebut turut hadir Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN RI Dr Sofyan Djalil, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, dan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran beserta jajaran.

    Ia menjelaskan, pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten sudah melaksanakan rapat berkali-kali terkait rencana pelaksanaan program tersebut.

    Memasuki era tatanan kehidupan baru, Airlangga memutuskan langsung menuju Pulang Pisau dan juga Kapuas, untuk melihat kondisi lahan di lapangan secara langsung.

    "Kami ke sini karena ingin merekomendasikannya kepada Presiden untuk datang ke sini. Hingga nantinya presiden mencanangkan lumbung beras nasional 'food estate' untuk Indonesia ada di Kalteng," kata dia.

    Airlangga mengungkapkan, pihaknya bersama menteri lainnya telah sering melihat pemetaan di lapangan, namun tentu rasanya berbeda jika melihat hamparan padi yang ada secara langsung.

    "Melihat hamparan padi yang ada ini secara langsung, memberi percaya diri kepada pemerintah bahwa ini pilihan tepat," ungkapnya.

    Pada tahap awal, pemerintah memproyeksikan peningkatan produktivitas pertanian dan pada tahap selanjutnya barulah dilanjutkan pengembangan lebih jauh lagi.

    Setiap perkembangan kegiatan akan terus pihaknya pantau dan kaji, sehingga menjadi pembelajaran dan dilakukan penyempurnaan, guna menjadikannya sebagai kawasan pertanian modern.

    Tahap selanjutnya yakni mengajak para investor untuk berpartisipasi dalam pengembangannya dan mempersiapkannya menjadi kawasan ekonomi khusus.

    "Kawasan khusus harus kepada masyarakat dengan daya juang luar biasa dan semangat Isen Mulang. Pemerintah sudah datang, pantang mundur hingga menjadi lumbung padi nasional," kata dia.

    Airlangga menuturkan, lokasi yang ada saat ini sangatlah strategis, yakni jarak kepada tujuan yang menjadi pasar juga terjangkau, sehingga diharapkan nilai tukar petani pun meningkat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.