Luhut: Pemulihan Ekonomi dan Penyelamatan Masyarakat Beriringan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seusai menghadiri diskusi bertajuk 'Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara' di Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seusai menghadiri diskusi bertajuk 'Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara' di Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yakin pemulihan ekonomi dan penyelamatan masyarakat bisa dilakukan beriringan di tengah kondisi pandemi COVID-19.

    Pasalnya, menurut dia, memulihkan ekonomi sama dengan memulihkan harapan hidup masyarakat di tengah pandemi yang masih dihadapi saat ini. "Maka dari itulah, sebagai bagian dari pemerintah Indonesia, saya berpikir bahwa pemulihan ekonomi nasional memang harus berjalan," kata Luhut dalam unggahan di akun Instagram @luhut.pandjaitan, Jumat, 26 Juni 2020.

    Ia mengatakan salah satu upaya pemulihan ekonomi nasional yakni revitalisasi sektor pariwisata yang menyumbang pemasukan devisa cukup besar bagi negara serta membuka banyak lapangan kerja bagi warga masyarakat di sekitar destinasi wisata tersebut.

    "Saya sampaikan keinginan saya kepada kementerian dan lembaga terkait untuk lebih fokus dalam memperbaiki dan merevitalisasi lima destinasi wisata super prioritas yang menjadi spot turis, yaitu Borobudur, Labuan Bajo, Danau Toba, Likupang, dan Mandalika," katanya.

    Ia mengungkapkan ingin agar panorama alam yang sangat luar biasa itu mampu dikelola dengan baik lewat sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

    Dia juga mengaku memfasilitasi aspirasi desa-desa terkait pengembangan wisata di sekitarnya. Pendekatan itu dilakukan untuk mendistribusikan manfaat ekonomi di wilayah yang lebih luas, memperluas aksesibilitas ke destinasi pariwisata utama, hingga meningkatkan jangkauan penawaran produk pariwisata dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

    "Karena seperti yang kita tahu, pariwisata adalah sektor yang sangat bergantung pada kepercayaan wisatawan domestik maupun internasional dalam memberikan rasa aman, sehat dan nyaman. Oleh karena itu, protokol kesehatan harus dilaksanakan secara sempurna agar kepercayaan dari para wisatawan bisa tumbuh lagi meskipun target pasar kita saat ini masih kepada wisatawan domestik saja mengingat pandemi masih menjadi tantangan bagi beberapa negara di dunia," katanya.

    Kendati memahami setiap destinasi wisata membutuhkan promosi untuk memikat para turis agar datang berkunjung, Luhut mengatakan ia memilih untuk lebih mempercantik destinasi wisata Tanah Air lewat pemeliharaan kebersihan lingkungan, infrastruktur penunjang akses, juga pemberdayaan warga masyarakat di sekitarnya.

    "Sehingga ketiganya bisa bersinergi menjadi sebuah paket lengkap sebuah destinasi wisata Indonesia yang menggoda setiap wisatawan untuk datang berkunjung dan mengeksplorasi keindahan alam Indonesia yang tak hanya indah panoramanya, namun juga menarik pengalamannya," kata Luhut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.