Kemenhub Operasikan KRL Solo-Yogya, Gantikan Kereta Prameks

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petougas menyemprot dan membersihkan gerbong Kereta Prameks dengan cairan desinfektan, di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, 15 Maret 2020. TEMPO/Muh. Syaifullah

    Petougas menyemprot dan membersihkan gerbong Kereta Prameks dengan cairan desinfektan, di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, 15 Maret 2020. TEMPO/Muh. Syaifullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kereta rel listrik (KRL) relasi Solo-Jogja segera beroperasi seiring dengan pembangunan elektrifikasi yang hampir selesai dilakukan.

    "Kami sedang membangun elektrifikasi dari Jogja ke Solo. Secara bertahap akan kami operasikan," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri di Solo, Jumat.

    Ia mengatakan pembangunan infrastruktur untuk KRL sendiri sudah dimulai sejak tahun lalu. Rencananya, pengoperasian KRL akan dilakukan secara bertahap. "Mungkin Jogja-Klaten dulu awal Oktober, kemudian akhir tahun Jogja-Solo," katanya.

    Ia mengatakan nantinya KRL tersebut akan menggantikan KA Prambanan Ekspres (Prameks) yang selama ini melayani rute Solo-Yogyakarta. Meski demikian, untuk kapasitas angkut KRL ini nanti akan lebih tinggi dibandingkan KA Prameks.

    "Ada 10 'train set' (rangkaian kereta) yang disiapkan, saat ini kereta sedang di INKA. Yang pasti KRL ini lebih efisien, ramah lingkungan, dan kapasitasnya lebih tinggi," katanya.

    Mengenai tarif, dikatakannya, kemungkinan akan sama dengan Prameks mengingat KRL bersifat menggantikan Prameks. "Tarif dan fasilitas sementara ini masih sama dengan Prameks, karena ini sifatnya menggantikan Prameks. Ini kan uji coba dulu sampai akhir tahun," katanya.

    Sementara itu, dikatakannya, untuk kereta yang saat ini masih dioperasikan sebagai KA Prameks nantinya akan digunakan untuk melayani rute lain. "Kebutuhan kami masih banyak, termasuk untuk KA Bandara kami masih butuh juga," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.