Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp 14.220 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat, 26 Juni 2020, tertekan kekhawatiran pasar terkait meningkatnya penyebaran pandemi Covid-19.

    Rupiah ditutup melemah 45 poin atau 0,32 persen menjadi Rp 14.220 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.175 per dolar AS.

    "Rupanya kekhawatiran pasar terhadap kenaikan penyebaran Covid-19 mendorong pelaku pasar mencari dolar AS sebagai aset aman," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat.

    Ariston menuturkan tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun melemah hari ini ke kisaran 0,67 persen atau turun 2,6 persen.

    "Ini menunjukkan demand terhadap obligasi AS meningkat," ujarnya.

    Pagi tadi sempat terjadi penguatan pada harga aset-aset berisiko seperti indeks saham Asia dan nilai tukar emerging market, termasuk rupiah, terhadap dolar AS.

    Penguatan tersebut mengikuti penguatan yang terjadi di pasar keuangan AS semalam.

    Di pasar keuangan masih terjadi tarik menarik antara sentimen pemulihan ekonomi dan sentimen kekhawatiran kenaikan kasus dan gelombang kedua pandemi Covid-19.

    Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp 14.105 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 14.105 per dolar AS hingga Rp 14.248 per dolar AS.

    Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.239 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.231 per dolar AS.

    ANTARA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.