Rupiah Melemah Lagi Dipicu Prediksi Gelombang Kedua Corona

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta tertekan kekhawatiran pasar terhadap potensi gelombang kedua pandemi COVID-19 dan proyeksi negatif Dana Moneter Internasional (IMF).

    Rupiah ditutup melemah 45 poin atau 0,32 persen menjadi Rp14.175 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.130 per dolar AS. "Pelaku pasar kembali cemas dengan perkembangan penyebaran virus corona," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2020,

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, jumlah pasien positif corona di seluruh dunia per 24 Juni adalah 9,13 juta orang, bertambah 135.212 orang dibandingkan hari sebelumnya, lebih tinggi dibandingkan kenaikan pada 23 Juni yang sebanyak 133.328 orang.

    Kenaikan kasus COVID-19 membuat sejumlah negara kembali menerapkan karantina wilayah (lockdown) meski lingkupnya terbatas.

    Gubernur New York, New Jersey, dan Connecticut memerintahkan para pelancong dari sembilan negara bagian AS ke karantina selama 14 hari pada saat kedatangan ketika COVID-19 menunjukkan tanda-tanda melonjak di bagian selatan dan barat negara itu.

    Sentimen lainnya, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi ekonomi global pada 2020 karena melihat kerusakan yang lebih dalam dan lebih luas dari yang dipikirkan sebelumnya.

    Ekonomi global diprediksi menyusut sebesar 4,9 persen, dibandingkan dengan kontraksi 3 persen yang diprediksi pada April lalu.

    IMF juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di angka minus 0,3 persen pada 2020. Namun pada tahun berikutnya produk domestik bruto (PDB) RI diperkirakan akan kembali mencatatkan pertumbuhan lebih dari 6,1 persen.

    "Rilis outlook tersebut sudah bisa diprediksi oleh pasar, namun outlook yang dirilis oleh IMF merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah dan Bank Indonesia agar lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan sehingga apa yang ditakutkan oleh IMF tidak terjadi," ujar Ibrahim.

    Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp 14.115 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.115 per dolar AS hingga Rp 14.190 per dolar AS.

    Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan, pelemahan rupiah menjadi Rp 14.231 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.160 per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.