Pemerintah Tempatkan Rp 30 T di Himbara, Ini Arahan Erick Thohir

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir saat melihat uji coba alat ventilator milik Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Kamis, 16 April 2020. Erick Thohir berharap wabah COVID-19 ini menjadi titik balik bagi Indonesia untuk menghasilkan produk kesehatan dalam negeri khususnya ventilator guna menunjang fasilitas Rumah Sakit yang ada di Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir saat melihat uji coba alat ventilator milik Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Kamis, 16 April 2020. Erick Thohir berharap wabah COVID-19 ini menjadi titik balik bagi Indonesia untuk menghasilkan produk kesehatan dalam negeri khususnya ventilator guna menunjang fasilitas Rumah Sakit yang ada di Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengapresiasi langkah pemerintah yang menempatkan dana pada himpunan bank-bank negara atau Himbara. Dengan begitu, kata dia, Kementerian BUMN akan memastikan pemulihan ekonomi nasional berjalan baik.

    "Insya Allah kami Kementerian BUMN bersama Himbara ingin memastikan kepastian pemulihan ekonomi nasional berjalan dengan baik," kata Erick Thohir dalam konferensi pers virtual di Istana, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020.

    Dia mengatakan BUMN adalah sepertiga dari pergerakan ekonomi nasional, karena itu perusahaan pelat merah tidak mungkin berpikir untuk diri sendiri. Yang dilakukan BUMN selama ini selalu memastikan usaha kecil menengah yang ada di pedesaan dan perkotaan terus bergerak.

    Erick Thohir juga menggarisbawahi dua catatan yang disampaikan Presiden Jokowi terkait penempatan dana pemerintah tersebut. "Satu, mempunyai track record yang baik di perbankan. Dan yang kedua, merupakan industri padat karya," ujarnya.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan pemerintah akan menempatkan Rp 30 triliun di bank Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Masing-masing bank negara akan menyampaikan penggunaan dana tersebut dalam pemulihan sektor riil. "Jadi dana ini memang khusus untuk mendorong ekonomi sektor riil," ujarnya.

    Sri Mulyani menuturkan telah bersurat kepada Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk menggunakan dana pemerintah memang ada di BI untuk diindahkan kepada bank umum nasional. Dengan begitu diharapkan bank BUKN segera dan terus mengakselerasi pemberian kredit dan berbagai upaya untuk pemulihan sektor riil.

    Kemenkeu akan melakukan penempatan itu dengan mekanisme penempatan dana di deposito dengan suku bunga sama dengan yang diperoleh waktu dana ditempatkan di BI, yaitu 80 persen dari suku bunga acuan BI.

    "Suku bunga yang rendah ini diharapkan mampu mendorong bank-bank Himbara melakukan langkah-langkah untuk mendorong sektor riil melalui kredit yang diberikan kepada para pengusaha dan juga dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah," ujar Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.