Lumbung Pangan, PUPR Akan Kembangkan 165 Ribu Hektare di Kalteng

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hamparan lahan padi seluas 1.600 ha yang merupakan lahan eks gambut di Desa Terusan Makmur, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kamis (11/6/2020).

    Hamparan lahan padi seluas 1.600 ha yang merupakan lahan eks gambut di Desa Terusan Makmur, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kamis (11/6/2020).

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, potensi eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Kalimantan Tengah yang bisa dijadikan sawah ada sekitar 295,5 ribu hektare. Namun ia menuturkan, pemerintah untuk saat ini ingin memaksimalkan terlebih dulu lahan seluas  165 ribu hektare yang akan dijadikan food estate atau lumbung pangan baru.

    "Yang sudah dicetak sawah dan sudah ada saluran irigasinya seluas 165 ribu hektar," kata Basuki saat rapat kerja bersama Komisi V DPR-RI, Rabu 23 Juni 2020.

    Dari luas lahan 165 ribu hektare, kata Basuki, lahan yang baru bisa diolah petani saat ini seluas 85,5 ribu hektare. "Dari 85.500 hektare itu, yang PU selalu pelihara tiap tahun secara regular itu ada 57.200 hektare. Kondisi irigasi yang baik cuma 28.300 hektare sehingga kita ingin mengintensifikasi (irigasinya) sebanyak yang 57.200 hektare," ucapnya.

    Alasan PUPR ingin merahabilitasi irigasi lahan seluas 57,2 ribu hektare tersebut dikarenakan kurang maksimalnya hasil pangan dari sawah tersebut. Basuki mengungkapkan, dari lahan tersebut hanya bisa menghasilkan 1,7 - 2,8 ton per-hektare. "Ini perlu peningkatan jaringan irigasinya, kami minggu lalu menyempatkan diri ke sana bersama ahli tanah dan ahli rawa," tuturnya.

    Basuki pun menyebut, terdapat tiga kendala dalam memaksimalkan lahan sawah di bekas lahan gambut tersebut

    Masalah pertama adalah masalah irigasi yang disebabkan air tidak mengalir sehingga menyebabkan zat besi menumpuk di permukaan air yang tak baik bagi lahan.

    Kemudian kedua, karena air yang menggenang membuat pupuk tidak dapat menyentuh tanah dan membuat proses pemupukan padi tidak efektif. "Kalau kita lihat akarnya ada yang akarnya menyebar dan ada yang akarnya menjadi akar tunjang," kata Basuki.

    Ketiga, karena daerah rawa dan tidak terawat dengan baik airnya sering meluap dan membanjiri sawah. Sehingga ke depan, lanjutnya, lahan sawah di bekas lahan gambut tersebut akan direhab dan saluran irigasinya akan diperbaiki.

    "Ini karena salurannya sempit dan airnya tidak mengalir. sehingga menjadi racun. Ini akan kita rehab," tuturnya.

    Oleh karenanya, PUPR untuk tahun ini bertanggung jawab mendesain ulang saluran irigasi lahan sawah seluas 165 ribu hektare. Sehingga tahun berikutnya bisa langsung dieksekusi.

    Adapun BUMN dan Kementerian Pertahanan pun ikut terlibat dalam pengembangan proyek pembangunan lumbung pangan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.