Pemda NTB Berharap PLN Gunakan Lebih Banyak Energi Hijau

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara melintasi waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PT. Pembangkitan Jawa-Bali (PJB); Cirata; Purwakarta; Jawa Barat; Selasa (21/2). PLTA cirata dengan kemampuan sebesar 1.008 MW dan Produksi rata-rata 1400 GWh/pertahun; merupakan pembangkit energi terbarukan terbesar di Asia Tenggara; yang memasok jaringan interkoneksi sistem Jawa-Bali 500KV. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pengendara melintasi waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PT. Pembangkitan Jawa-Bali (PJB); Cirata; Purwakarta; Jawa Barat; Selasa (21/2). PLTA cirata dengan kemampuan sebesar 1.008 MW dan Produksi rata-rata 1400 GWh/pertahun; merupakan pembangkit energi terbarukan terbesar di Asia Tenggara; yang memasok jaringan interkoneksi sistem Jawa-Bali 500KV. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 2 x 275 kW atau setara dengan 520 pelanggan daya 900 VA. Pembangkit itu berada di Desa Buwun Sejati, Narmada, Lombok Barat. Adapun PLTMH Batu Bedil memanfaatkan aliran air di Sungai Sesaot untuk menghasilkan listrik.

    "PLTMH ini mulai dibangun di bulan Oktober 2015 dan menjadi PLTMH ke-delapan yang dioperasikan oleh PLN NTB“ kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Rudi Purnomoloka melalui keterangan resmi, Rabu 23 Juni 2020.

    Lokasi PLTMH yang lain tersebar di seluruh Lombok, yaitu terletak di Cakra, Sesaot, Pengga, Kukusan, Karang Bayan, Narmada dan Santong. Selain itu, PLN NTB juga mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Lombok Utara, yakni di Koko Putih dan di Segara.

    Rudi mengatakan, bahwa di tengah tugas perseroan melistriki NTB serta menghadirkan energi yang bersih adalah tantangan tersendiri untuk PLN.  Hal tersebut selaras dengan salah satu nilai transformasi yang saat ini sedang dilakukan di dalam lingkup PLN.

    Sementara itu, M. Husni, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB juga mengapresiasi upaya PLN yang terus meningkatkan kontribusi EBT di dalam pengoperasian pembangkitnya untuk menerangi NTB.

    “Atas nama Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan selamat atas pengoperasian PLTMH Batu Bedil dan apresiasi tinggi untuk PLN NTB atas komitmen yg luar biasa dalam mendukung pencapaian target kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi, sebagaimana tertuang dalam RUEN dan RUED Provinsi NTB” kata Husni.

    Husni menyampaikan bahwa sesuai Undang Undang energi, target bauran energi untuk EBT (Energi baru terbarukan) secara nasional adalah sebesar 23 persen di tahun 2025. Salah satu langkah untuk memenuhi kebijakan pemerintah maupun provinsi NTB tersebut adalah dengan pengoperasian PLTMH Batu Bedil.

    Husni berharap PLN NTB dapat lebih memanfaatkan tenaga listrik dari sumber-sumber energi terbarukan lainnya, terutama dari pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Hal ini sekaligus untuk mendukung salah satu program unggulan Provinsi NTB yaitu program ZERO WASTE.  

    “Kami yakin PLN BTB akan terus memberikan pengabdian terbaik untuk memastikan NTB menjadi Nusa Terang Benderang dalam rangka mendukung terwujudnya visi dan misi NTB Gemilang 2018-2023,” tutur Husni.

    Hingga bulan Juni 2020, komposisi kapasitas daya EBT untuk NTB adalah sebesar 38 MW, atau 11.5 persen dari total daya mampu yang dihasilkan oleh pembangkit. Dari total daya tersebut, sebesar 20,82 MW bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya, dan selebihnya 17,57 MW merupakan pembangkit listrik yang menggunakan aliran air untuk membangkitkan tenaga listrik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.