Budi Waseso: 100 Karyawan Bulog Berpotensi Dipecat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik Budi Waseso melakukan konferensi pers soal penyaluran bantuan sosial beras Presiden di Kantor Pusat Bulog, Jakarta. Selasa, 23 Juni 2020. Tempo/Caesar Akbar

    Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik Budi Waseso melakukan konferensi pers soal penyaluran bantuan sosial beras Presiden di Kantor Pusat Bulog, Jakarta. Selasa, 23 Juni 2020. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik atau Bulog Budi Waseso alias Buwas mengatakan ada seratus karyawan di perusahaannya yang terancam dipecat.

    "Ada potensi, tapi mudah-mudahan ini tidak terjadi. Tapi ada potensi lebih dari seratus anggota Bulog dipecat oleh saya karena kinerja," ujar dia di Kantor Pusat Bulog, Selasa, 23 Juni 2020.

    Buwas mengatakan selalu melakukan evaluasi di internal perseroan. Sehingga, orang yang bertahan di dalam perusahaan pangan pelat merah itu bisa dipastikan yang memiliki integritas dan berkualitas. Serta, mengetahui tugas dan tanggungjawabnya sebagai pemegang amanat dari negara.

    Menurut dia, orang yang disiplin dan jujur sangat penting untuk mengisi jajaran di perseroan. Sehingga, tidak ada lagi anggapan bahwa Bulog bertindak semaunya. Karena itu, orang-orang yang tidak memenuhi syarat akan dikeluarkan.

    "Saya sudah berikan warning ke seluruh jajaran agar tidak kaget. Begitu tidak sesuai dengan komitmen, maka saya bukan mencopot jabatan tapi memecat yang bersangkutan. Kalau dia keberatan bisa melalui PTUN. Tapi ini untuk membangun komitmen, penting," kata Buwas. Kendati demikian, ia berharap hal tersebut tidak terjadi.

    Buwas mengatakan tujuannya menerapkan kebijakan tersebut adalah demi kebaikan Bulog. Sebab, menurut dia, masyarakat sangat berharap kepada kualitas perseroan, serta ia ingin menyajikan produk yang terbaik kepada masyarakat. Sehingga, hal tersebut dibuat untuk membangun komitmen dan kesepakatan bersama dengan jajarannya.

    "Kalau ada yang bermain-main di Bulog khususnya tadi itu soal pangan, saya langsung akan akan pecat, jadi enggak usah kaget-kaget lagi," tutur Buwas. Ia mengatakan ini adalah saatnya para yang sudah diperingati kualitas kinerjanya, untuk berubah. "Yang sudah tidak mampu, ya mundur, atau saya mundurkan atau dipecat dengan tidak hormat."

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?