Ridwan Kamil: Saatnya Pindahkan Sentralisasi Ekonomi dari Jakarta

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dalam jumpa pers usai Rapat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (22/6/20). (Foto: Rizal/Humas Jabar).

    Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dalam jumpa pers usai Rapat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (22/6/20). (Foto: Rizal/Humas Jabar).

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyarankan pemerintah pusat segera memindahkan pusat perekonomian negara dari DKI Jakarta ke Provinsi lain.

    Menurutnya, penetapan Jakarta sebagai episentrum penyebaran pandemi virus corona Covid-19) telah membuat perekonomian nasional tergoncang. "Pandemi Covid-19 ini memberikan pelajaran kepada kita, jangan menggantungkan ekonomi pada satu daerah saja. Sudah saatnya memindahkan pola sentralisasi ekonomi dari Jakarta ke provinsi-provinsi lain," kata dia dalam webinar yang digelar oleh Bank Dunia (World Bank), Selasa, 23 Juni 2020.

    Dia mengatakan pendistribusian geliat ekonomi sangat penting dilakukan saat ini. Mantan Wali Kota Bandung tersebut mengungkapkan ketergantungan Indonesia kepada Jakarta sebagai pusat ekonomi terbesar justru mengakibatkan goncangan ekonomi saat pandemi Covid-19 terjadi.

    Ridwan memprediksi perekonomian Jawa Barat mengalami kontraksi hebat hingga akhir tahun ini.

    "Situasi Covid-19 sangat berat untuk kita semua. Kami prediksi ekonomi akan bergerak pada level terburuk - 2 persen hingga 2 persen [positif]. Pemerintah berencana mengeluarkan program pada akhir Juni, kita akan lihat semoga perekonomian bisa bergerak sedikit," katanya.

    Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meramal jika skenario sangat buruk terjadi, maka ekonomi Indonesia akan mengalami kontraksi hingga -3,1 persen pada kuartal II/2020.

    Pemerintah sebenarnya memproyeksi ekonomi Indonesia bisa tumbuh positif pada kuartal III/2020. Namun, Menkeu juga mempersiapkan skenario ekonomi Indonesia justru -1,6 persen sehingga menyebabkan resesi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.