Pandemi Mengancam, Menperin Genjot Industri Kesehatan RI

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ditemui usai meninjau Pusat Riset Obat Modern Asli Indonesia di Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences di Cikarang, Bekasi, Rabu. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ditemui usai meninjau Pusat Riset Obat Modern Asli Indonesia di Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences di Cikarang, Bekasi, Rabu. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan hingga kini vaksin dan obat virus corona atau Covid-19 belum ditemukan. Namun ketika vaksin dan obat Covid-19 sudah ditemukan, dia menduga bakal ada pandemi virus baru yang lebih besar dampaknya dibandingkan dengan sekarang.

    "Menurut pandangan pribadi saya, sekali lagi ini mohon ini adalah pandangan pribadi saya, setelah Covid-19 kita temukan vaksin dan obatnya saya menduga akan ada pandemi baru yang mungkin jauh lebih dahsyat dampaknya kepada kesehatan kita," kata Agus saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR-RI, Selasa 23 Juni 2020.

    Dengan arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, kata Agus, Kementerian Perindustrian harus bisa membangun kemandirian industri alat kesehatan dan farmasi. Sehingga ke depannya Indonesia tak terlalu bergantung dengan negara lain ketika mengalami masa kesulitan.

    Agus mengatakan bahwa kedua sektor tersebut juga akan menopang Indonesia masuk ke dalam revolusi industri 4.0. Selain kedua sektor tersebut, Agus menyebutkan ada lima sektor lainnya yang akan mendukung Indonesia masuk ke dalam revolusi industri 4.0, yakni otomotif, elektronik, makanan dan minuman, petrokimia, serta tekstil.

    "Kami yakin bahwa banyak penerapan digitalisasi di industri-industri agar bisa melakukan kegiatan efisien. Karena efisiensi sangat mebantu, bukan hanya outputnya tapi juga lebih cepat," ucapnya.

    Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap pandemi COVID-19 hanya satu gelombang. Dia juga berharap tidak akan ada gelombang kedua dan akan berakhir pada September mendatang.

    "Kami dari sektor perhubungan selalu menjadikan kesehatan itu panglima, tidak dibayangkan seperti yang terjadi sekarang di Beijing ada second wave (gelombang kedua), kita tak ingin itu terjadi. Bapak presiden bilang kalau kita bisa ini cuma sekali gelombang dan kita selesaikan bulan September, Insya Allah,” kata Budi Karya Sumadi dalam diskusi daring yang bertajuk Antisipasi dan Adaptasi Dunia Usaha Transportasi dalam Kenormalan Baru di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2020.

    EKO WAHYUDI l ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.