AIIB Setujui Kucurkan Pinjaman USD 1 Miliar untuk Indonesia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani (ketiga kiri) bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri), Menteri perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri), Kedua Ojk Wimboh Santoso (kedua kanan), dan materi Perdagangan Agus Suparmanto (kanan) memberikan keterangan terkait Stimulus kedua penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian,Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020. TEMPO/Sintia Nurmiza

    Menteri Keuangan Sri Mulyani (ketiga kiri) bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri), Menteri perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri), Kedua Ojk Wimboh Santoso (kedua kanan), dan materi Perdagangan Agus Suparmanto (kanan) memberikan keterangan terkait Stimulus kedua penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian,Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020. TEMPO/Sintia Nurmiza

    TEMPO.CO, Jakarta - Asian Infrastructure Investment Bank Bank atau Bank Investasi Infrastruktur Asia telah menyetujui pinjaman US$1 miliar kepada Pemerintah Indonesia melalui dua program pinjaman. 

    Dana pinjaman ditujukan untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam memperkuat jaring pengaman sosial, meningkatkan penanganan kesehatan, dan memitigasi penurunan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

    “Pandemi Covid-19 telah memaksa banyak negara berkembang untuk mengambil keputusan trade-offs yang sulit untuk memenuhi kebutuhan warganya. Dukungan dari AIIB diharapkan dapat memberi kontribusi bagi Pemerintah Indonesia dalam mengatasi berbagai tantangan di tengah masa-masa yang penuh ketidakpastian ini," kata D.J. Pandian, Wakil Presiden Operasi Investasi AIIB, melalui siaran pers, Selasa (23/6/2020).

    Program pinjaman pertama sejumlah US$750 juta dari AIIB akan digabungkan dengan dana pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia dalam skema co-financing.

    Pinjaman ditujukan untuk meningkatkan stimulus ekonomi di sektor bisnis termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), keluarga miskin, serta memperkuat sistem pelayanan kesehatan umum.

    AIIB bekerja sama dengan Bank Dunia telah menyetujui tambahan kucuran US$250 juta untuk semakin memperkuat percepatan penanganan kesehatan oleh Pemerintah Indonesia, termasuk kesiapan fasilitas perawatan, kapasitas pengujian, pengawasan, pencegahan, serta koordinasi pemerintah dan komunikasi publik.

    Pandemi ini diperkirakan makin membebani sistem kesehatan Indonesia yang tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

    Sementara itu, berdasarkan proyeksi Pemerintah Indonesia, pertumbuhan ekonomi pasca corona pada 2020 diperkirakan mengalami penurunan tajam dari 5 persen menjadi 2,3 persen. Lebih lanjut lagi, pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat penghentian aktivitas ekonomi pada masa pandemi diperkirakan mencapai 1 juta hingga 7 juta kasus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.