Sri Mulyani Ungkap Belanja Pusat Kerap Tak Sesuai Kebutuhan Pemda

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama  Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan sebuah persoalan dalam belanja kementerian dan lembaga yang kerap menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Persoalan tersebut adalah terkait belanja kementerian dan lembaga yang acapkali tidak sinkron dengan kebutuhan masyarakat atau pemerintah daerah.

    Berdasarkan temuan BPK, Sri Mulyani mengatakan sering ada permintaan anggaran dari kementerian dan lembaga untuk menghasilkan barang untuk diserahkan kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah.

    Namun, kemudian pemerintah daerah kerap tidak mau menerima barang tersebut. "Pemda tidak mau menerima karena kalau diterima harus memelihara, dan itu bukan barang yang dia minta," ujar Sri Mulyani dalam rapat bersama Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 23 Juni 2020.

    Persoalan juga, kata Sri Mulyani, kerap terjadi dalam pembangunan infrastruktur. "Ini sering muncul. Kementerian membangun suatu infrastruktur, saat sudah jadi mau diserahkan kepada pemdanya, pemdanya bilang saya tidak butuh infrastruktur itu. Itu kan program pusat," tuturnya.

    Persoalan tersebut kemudian kerap menjadi hal yang dipersoalkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Sebab, BPK melihat belanja yang dilakukan pemerintah pusat kerap tidak sesuai atau tidak sinkron dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.

    "Ini entah dalam hal ini tidak terlalu sinkron dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat dan pemda, sehingga ini merupakan suatu hal yang sangat perlu dipertimbangkan untuk belanja," kata Sri Mulyani.

    Untuk memperbaiki kualitas anggaran ke depannya, Sri Mulyani mengusulkan perlunya redesain sistem penganggaran. Sehingga, efisiensi belanja bisa lebih maksimal.

    CAESAR AKBAR

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.