Buwas Bantah Beras Bulog Banyak Kutu dan Bermutu Rendah

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut Perum Bulog Budi Waseso (kempat kanan) berbincang dengan pedagang ketika meninjau kestabilan harga gula di Pasar Jatinegara, Jakarta, Jumat 15 Mei 2020. Perum Bulog menggelar operasi pasar khusus gula guna menstabilkan harga secara serentak di seluruh Indonesia yang saat ini masih di atas harga eceran tertinggi atau HET pemerintah yakni Rp 12.500 per kilogram. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Dirut Perum Bulog Budi Waseso (kempat kanan) berbincang dengan pedagang ketika meninjau kestabilan harga gula di Pasar Jatinegara, Jakarta, Jumat 15 Mei 2020. Perum Bulog menggelar operasi pasar khusus gula guna menstabilkan harga secara serentak di seluruh Indonesia yang saat ini masih di atas harga eceran tertinggi atau HET pemerintah yakni Rp 12.500 per kilogram. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik alias Bulog, Budi Waseso menjamin beras yang disalurkan untuk bantuan sosial bukan lah beras bermutu rendah. Bahkan, ia mengatakan bahwa beras perseroan tidak jelek sembari membantah pemberitaan yang menyebut besar Bulog tidak baik.

    "Kemarin diviralkan ada beras dari Bulog yang ada kutunya banyak dan bergumpal. Sekarang sudah kami cek ke lapangan dan pelakunya sudah ditangani Polri," ujar Budi yang akrab disebut Buwas di Kantor Pusat Bulog, Selasa, 23 Juni 2020.

    Ia mengatakan beras yang viral tersebut bukan beras Bulog. Bungkusnya adalah benar keluaran perusahaan pelat merah tersebut. "Jadi itu sebagian beras yang dibeli dari bulog bungkusnya dibuka dikasih beras lain yang bergumpal-gumpal dan kutunya banyak, lalu diviralkan," ujar dia. "Niatnya tidak baik, bukan saja ke Bulog tapi juga pemerintah."

    Di samping itu, ada pula kasus di mana sejumlah masyarakat di beberapa wilayah mengatakan beras Bulog tidak layak makan. Ternyata, kata Budi, itu pun bukan beras keluaran perseroan. Ia mengatakan telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk membuktikannya. 

    "Jadi, masyarakat sudah merespon, terutama dari KPM bahwa mereka berterima kasih dan puas dengan beras Bulog," ujar Budi. 

    Saat ini, Perum Bulog telah menyalurkan bantuan beras Presiden tahap I dan II untuk 3,25 juta warga terdampak wabah Covid-19 di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi alias Jabodetabek. Ia mengatakan setiap keluarga penerima manfaat akan menerima 25 kilogram beras. 

    Pada penugasan tahap I, bulog menyalurkan beras kepada 1,4 juta warga. Sementara, sejak 1 Juni 2020, perseroan mulai menyalurkan beras untuk 1,85 juta keluarga terdampak. Sehingga, total perseroan telah menyalurkan bansos beras untuk 3,25 juta warga Jabodetabek.

    Budi menuturkan beras yang digunakan selama program Bansos Presiden adalah beras premium dari petani lokal Tanah Air. "Bansos tahap pertama kami salurkan pada Mei lalu dengan beras kualitas premium, kali ini Bulog kembali menyelesaikan penugasan Bansos beras tahap II dalam waktu 15 hari sejak ditugaskan pada 1 Juni lalu," kata Budi.

     

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Harga Mobil Toyota Tanpa PPnBM, dari Avanza hingga Vios

    Relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil berlaku pada 1 Maret 2021. Terdapat sejumlah model mobil Toyoto yang mendapat diskon pajak.